Jepara, Metro8.News – Suasana berbeda terasa di halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara. Bukan sekadar tempat membaca, lokasi ini berubah menjadi panggung penuh cerita, ekspresi, dan semangat literasi dalam gelaran Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Jepara 2026, Rabu (10/6/26).
Sebanyak 42 siswa terbaik dari berbagai SD dan MI tampil percaya diri, membawakan kisah legenda hingga cerita kepahlawanan khas Jepara yang sarat nilai moral dan budaya. Mereka tidak hanya bertutur, tetapi menghidupkan cerita dengan penuh penghayatan.
Baca Juga: Tangis Pecah! 16 Tahun Disiksa Nasib di Yordania Tanpa Gaji, PMI Jepara Akhirnya Pulang
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko, secara resmi membuka kegiatan ini dan menegaskan bahwa lomba bertutur bukan sekadar kompetisi biasa.
“Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang membangun generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan berkarakter kuat,” tegasnya.
Menurut Edy, kemampuan bertutur lahir dari proses panjang membaca, memahami, dan menghayati. Karena itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan generasi Jepara.
Antusiasme peserta dan pendamping terlihat jelas sejak awal acara. Sorak semangat, tepuk tangan, hingga ekspresi kagum mewarnai setiap penampilan. Cerita-cerita yang diangkat pun tidak sembarangan mulai dari legenda lokal hingga kisah perjuangan yang mengandung pesan keteladanan.
Di bawah kepemimpinan Edy Sujatmiko, geliat literasi di Jepara terus menunjukkan tren positif. Kunjungan ke perpustakaan daerah meningkat signifikan, menandakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca semakin tumbuh.
Tak berhenti di situ, berbagai program inovatif juga terus digulirkan. Mulai dari pembinaan perpustakaan desa, kunjungan edukasi sekolah, hingga penguatan budaya baca di tengah masyarakat menjadi langkah nyata membangun Jepara berbasis pengetahuan.
Edy pun memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta.
“Keberanian tampil, kemauan membaca, dan semangat belajar adalah kemenangan sejati. Kalian semua adalah duta literasi Jepara,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Kegiatan ini turut didukung oleh Dana Alokasi Khusus Nonfisik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat budaya membaca sekaligus melestarikan cerita rakyat sebagai identitas daerah.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Lomba Bertutur 2026 menjadi pengingat bahwa buku dan literasi tetap menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap bersaing di masa depan.
M8/PTRS

















