Bandung, Metro8.News – Laga penuh tensi terjadi saat Persib Bandung berhadapan dengan Persijap Jepara dalam duel penentuan juara yang menegangkan hingga detik terakhir.
Bermain di Stadion GBLA, Sabtu (23/5/2026), Persib tampil menggila sejak menit awal. Gelombang serangan terus digelontorkan, membuat ribuan Bobotoh sempat yakin pesta juara akan ditutup dengan kemenangan meyakinkan.
Namun kenyataan berkata lain.
Persijap Jepara justru tampil disiplin luar biasa. Lini pertahanan mereka menjelma “tembok baja” yang tak mampu ditembus, bahkan oleh serangan bertubi-tubi dari Maung Bandung.
Baca Juga: Jepara Membara Sore Ini! Nobar Persib vs Persijap di Pendopo Kartini Jadi Magnet Ribuan Warga
Peluang emas demi peluang tercipta. Thom Haye mencoba peruntungan, Adam Alis nyaris memecah kebuntuan, hingga Andrew Jung yang tinggal berhadapan dengan gawang. Tapi semuanya berakhir sama: gagal.
Di sisi lain, kiper Persijap, Muhammad Ardiansyah, tampil bak pahlawan. Penyelamatan demi penyelamatan krusial ia lakukan, memaksa Persib frustrasi sepanjang pertandingan.
Ketegangan memuncak saat Persijap hampir mencuri gol di penghujung babak pertama. Beruntung, Teja Paku Alam sigap menjaga asa Persib tetap hidup.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tak berubah.
Tapi justru di situlah dramanya.
Tanpa perlu mencetak gol, Persib Bandung resmi mengunci gelar juara Super League 2025/2026 dengan 79 poin. Hasil imbang ini cukup untuk menahan kejaran Borneo FC yang juga menang besar di laga lain.
Sementara itu, Persijap Jepara mencuri perhatian publik. Mereka bukan hanya menahan imbang sang juara, tapi juga menunjukkan mentalitas dan disiplin tinggi di laga paling krusial musim ini.
Laga ini bukan sekadar hasil imbang. Ini adalah cerita tentang tekanan, perjuangan, dan satu malam penuh drama yang berakhir dengan sejarah bagi Persib Bandung.
M8/UCP

















