Jepara, Metro8.News – Duel panas pekan ke-31 Super League 2025–2026 berakhir pahit bagi tuan rumah. Persijap Jepara harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 0-2 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (4/5/2026).
Sejak peluit awal, pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Persijap yang tampil di hadapan publik sendiri mencoba menekan sejak menit awal, namun solidnya lini pertahanan Persija membuat peluang demi peluang gagal berbuah gol.
Justru tim tamu yang berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-63, Rayhan Hannan sukses mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di lini belakang Persijap. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan membuat tekanan semakin berat bagi tuan rumah.
Baca Juga: Dramatis di Old Trafford! Manchester United Tumbangkan Liverpool 3-2, Tiket Liga Champions di Tangan
Persijap berusaha bangkit, namun efektivitas serangan menjadi masalah utama. Di saat tim tuan rumah mulai membuka permainan demi mengejar ketertinggalan, Persija justru memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan serangan balik cepat.
Hasilnya, Gustavo Almeida memastikan kemenangan Persija lewat gol di menit-menit akhir pertandingan. Skor 0-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Persijap Jepara yang tengah berjuang menjauh dari tekanan di papan bawah klasemen. Sementara itu, kemenangan ini memperkuat posisi Persija Jakarta dalam perebutan papan atas dan menjaga asa mereka dalam perburuan gelar musim ini.
Baca Juga: Ironis! Unggul Jumlah Pemain, Persis Solo Malah Dibantai 5-2 oleh 10 Pemain Malut United
Atmosfer stadion yang sempat memanas menunjukkan betapa krusialnya laga ini bagi kedua tim. Dukungan suporter Persijap yang memadati stadion tak mampu mengangkat performa tim kesayangan mereka di laga penting ini.
Baca Juga: Persijap Jepara Tumbang Dramatis! Penalti Menit 54 Hancurkan Harapan di Kandang Dewa United
Dengan hasil ini Persijap Jepara perlu segera melakukan evaluasi, terutama dalam penyelesaian akhir dan konsistensi lini belakang. Jika tidak, ancaman terperosok semakin nyata di sisa musim. Di sisi lain, Persija tampil semakin matang efektif, sabar, dan mematikan saat mendapat peluang.
Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tapi juga gambaran perbedaan level kesiapan tim di fase krusial kompetisi.
M8/UCP

















