Jepara, Metro8.News – Pemilihan Petinggi (Pilpet) Serentak Kabupaten Jepara 2026 mulai memasuki tahapan penting. Sebanyak 61 calon petinggi dari 24 desa yang tersebar di 15 kecamatan bersiap mengikuti kontestasi demokrasi tingkat desa yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.
Menghadapi pesta demokrasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara mengingatkan seluruh kandidat, panitia, pemerintah desa, hingga pendukung calon agar menjaga suasana tetap kondusif. Persaingan politik di tingkat desa diharapkan tidak sampai memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan dalam Deklarasi dan Ikrar Damai Pemilihan Petinggi Serentak Kabupaten Jepara 2026 yang digelar di Pendapa Kartini, Senin (12/10/2026).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, menekankan bahwa Pilpet bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan bagian penting dari proses demokrasi untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi desa.
Menurutnya, pelaksanaan Pilpet harus menjadi momentum untuk melahirkan pemimpin yang amanah, inovatif, serta memiliki komitmen kuat terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadikan iklim demokrasi di desa yang kompetitif, memberikan pemimpin yang amanah, inovatif dan luar biasa, yang terbaik untuk desanya masing-masing,” ujar Mas Wiwit.
61 Calon Petinggi, Persaingan di Desa Bakal Beragam
Pilpet Serentak Jepara 2026 akan diikuti 61 calon petinggi dengan jumlah kandidat yang berbeda-beda di setiap desa. Ada desa yang memiliki lima calon, sementara desa lainnya memiliki empat, tiga, dua, hingga satu calon.
Keberagaman jumlah kandidat tersebut menjadi gambaran dinamika demokrasi di tingkat desa. Namun, pemerintah daerah mengingatkan bahwa kompetisi harus tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengorbankan persaudaraan antarwarga.
Mas Wiwit mengapresiasi seluruh calon petinggi yang telah bersedia mengikuti kontestasi. Ia berharap kesediaan tersebut menjadi bentuk pengabdian untuk membangun desa, bukan sekadar mengejar jabatan.
Bupati juga meminta seluruh kandidat membuktikan komitmen perdamaian yang telah diikrarkan. Setiap calon diharapkan mampu menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik, menghormati proses pemilihan, dan menerima hasilnya sesuai mekanisme yang berlaku.
“Ikrar damai ini harus kita jalankan, dan semoga benar-benar damai. Kita luruskan niat beribadah untuk desa, masyarakat kita, mendapatkan pemimpin yang luar biasa demi masa depan Kabupaten Jepara yang lebih baik,” tegasnya.
Kampanye 28–30 Oktober, Pemungutan Suara 3 November
Berdasarkan tahapan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Jepara, masa kampanye Pilpet Serentak 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026.
Setelah tahapan kampanye selesai, masyarakat di 24 desa akan menggunakan hak pilihnya pada 3 November 2026 untuk menentukan petinggi yang akan memimpin desa masing-masing.
Seluruh pihak yang terlibat diharapkan mematuhi aturan selama tahapan berlangsung. Pemerintah desa, panitia pemilihan, para kandidat, serta tim pendukung juga diminta menjaga komunikasi dan menghindari tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Peran masyarakat menjadi penting untuk memastikan persaingan antarkandidat tidak berkembang menjadi konflik sosial. Perbedaan pilihan politik diharapkan tetap berada dalam koridor demokrasi dan tidak merusak hubungan kekeluargaan maupun kehidupan bertetangga.
Pelantikan Petinggi Terpilih Dijadwalkan 28 Desember 2026
Rangkaian Pilpet Serentak Jepara 2026 dijadwalkan berlanjut hingga pelantikan petinggi terpilih pada 28 Desember 2026.
Pemerintah Kabupaten Jepara berharap seluruh tahapan dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga proses pelantikan. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan amanah masyarakat serta mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di desa masing-masing.
Deklarasi dan ikrar damai yang telah dilaksanakan di Pendapa Kartini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata seluruh peserta Pilpet.
Sebab, keberhasilan demokrasi di tingkat desa bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan juga oleh kemampuan seluruh pihak menjaga persatuan setelah kompetisi berakhir.
Bagi masyarakat Jepara, Pilpet Serentak 2026 menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan desa sekaligus membuktikan bahwa perbedaan pilihan tidak harus berujung perpecahan.
M8/DSKMF

















