Jepara, Metro8.News – Semangat kebersamaan dan kekompakan ibu-ibu PKK Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, terasa dalam lomba paduan suara PKK tingkat RW yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan juara. Di balik lantunan lagu dan penampilan setiap kelompok, terselip pesan tentang silaturahmi, kekompakan, sportivitas, serta semangat kebersamaan antarkader PKK di Desa Tahunan.
Dalam sambutannya, Ibu Inggi H. Zulfatin Nikmah Muhadi menegaskan bahwa lomba paduan suara tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang.
Menurut Zulfatin, kegiatan tersebut justru menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antaribu-ibu PKK.
“Kegiatan lomba paduan suara tidak semata-mata untuk mencari juara, tapi untuk menjalin silaturahmi dan tentunya menjunjung sportif,” ujar Zulfatin dalam sambutannya.
Ia juga meminta seluruh peserta untuk tidak takut kalah. Setiap kelompok diharapkan tampil lepas dan menikmati suasana perlombaan.
“Jangan takut kalah dan tampil lepas. Kemenangan yang paling indah adalah berkumpul bersama dan bernyanyi bersama ibu-ibu PKK Desa Tahunan,” lanjutnya.
Baca Juga: Bikin Bangga Warga! Petinggi Tahunan H. Muhadi Apresiasi Tahunan FC Usai Juara Petinggi Cup 2

Apresiasi untuk Kader PKK yang Bekerja Tanpa Pamrih
Zulfatin turut memberikan apresiasi kepada para kader PKK Desa Tahunan yang selama ini aktif menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat.
Ia menyebut para kader PKK sebagai sosok yang bekerja dengan penuh ketulusan dan tanpa pamrih.
Kekompakan yang ditunjukkan para ibu-ibu PKK dalam kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi sesuatu yang membanggakan sekaligus mengharukan.
“Kader PKK juga kader yang tanpa pamrih. Kami juga sangat terharu melihat kekompakan ibu-ibu PKK Desa Tahunan,” ungkapnya.
Selain lomba paduan suara, rangkaian kegiatan dalam menyambut kemerdekaan juga masih berlanjut. Zulfatin mengingatkan para peserta dan masyarakat bahwa pada Minggu mendatang akan digelar kegiatan jalan sehat serta berbagai kegiatan lainnya.
Peserta: Bukan Sekadar Lomba, tetapi Membangun Kebersamaan
Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan warga di tingkat RW. Salah satunya Suhartini, peserta dari RT 01/RW 05 Desa Tahunan.
Saat diwawancarai jurnalis Metro8.news di lokasi kegiatan, Rabu (12/8/2026), Suhartini mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Tahunan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesan positif karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus ikut memeriahkan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sangat bersyukur, sangat happy. Dari Bapak Kepala Desa maupun Ibu Kepala Desa sangat antusias untuk memperingati kelahiran negara kita, Indonesia,” ujar Suhartini.
Ia berharap kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Tahunan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mampu mendorong masyarakat menjadi semakin tertib, rukun, harmonis dan bahagia.
“Harapannya lebih baik lagi, lebih bagus, lebih tertib, rukun lagi, lebih harmonis, lebih berbahagia. Happy itu sangat penting,” katanya.
Suhartini mengatakan, kegiatan perlombaan di Desa Tahunan bukan kali pertama digelar. Berbagai jenis lomba sebelumnya juga pernah dilaksanakan dan disesuaikan dengan kegiatan yang ada di desa.
Namun, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan semakin melibatkan masyarakat hingga tingkat RT.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Desa Tahunan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan warga terhadap kampung halaman.
“Harapannya untuk ke depannya lomba ini dijadikan setiap kegiatan. Karena ini mengangkat salah satu Desa Tahunan yang baru populer untuk kita canangkan ke tiap-tiap RT, supaya lebih memasyarakat,” ungkapnya.
Bagi Suhartini, semakin banyak warga yang terlibat dalam kegiatan desa, semakin kuat pula rasa cinta terhadap lingkungan tempat tinggal.
“Supaya lebih bisa semua dan cinta terhadap kampung halamannya,” ujarnya.
Tidak hanya Desa Tahunan, Suhartini juga berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai Kabupaten Jepara sebagai daerah tempat mereka tinggal.
“Lebih-lebih supaya kabupatennya juga harus kita kenal, kita cintai, karena itu memang daerah kita, kelahiran kita. Siapa lagi yang akan mencintai kalau tidak kita semua mengangkat ke depannya,” tutur Suhartini.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa bagi peserta, lomba paduan suara bukan hanya persoalan menang atau kalah. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan sekaligus menghidupkan rasa cinta terhadap desa dan daerah.
Baca Juga: Kebakaran Oven Pengering Kayu Hebohkan Tahunan Jepara, Kerugian Capai Rp7 Juta
Petinggi Tahunan Apresiasi Peran PKK
Sementara itu, Petinggi Desa Tahunan H. Muhadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh ibu-ibu PKK yang telah hadir dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan PKK di Desa Tahunan.
Atas nama Pemerintah Desa Tahunan, Muhadi mengapresiasi kontribusi para kader PKK yang selama ini ikut mengambil peran dalam memajukan desa melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Menurutnya, kegiatan PKK bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
“Atas nama Pemerintah Desa Tahunan, kami mengapresiasi ibu-ibu PKK yang selama ini telah hadir, berperan serta, dan ikut memajukan Desa Tahunan melalui berbagai kegiatan PKK,” kata Muhadi.
Ia menambahkan, kegiatan seperti lomba paduan suara juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Ini kegiatan untuk kita dan juga untuk generasi kita,” ujarnya.
Zainuddin dan Hery Prasetyo Jadi Juri
Lomba paduan suara tingkat RW tersebut menghadirkan Zainuddin dan Hery Prasetyo sebagai juri.
Penilaian dilakukan terhadap penampilan kelompok peserta dalam membawakan lagu secara bersama-sama.
Namun, semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi ibu-ibu PKK untuk bertemu, berinteraksi, dan menunjukkan kekompakan setelah selama ini aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tahunan.
Baca Juga: Kepergok Saat Kabur, Emak-Emak Diduga Komplotan Pencuri Minimarket di Jepara Dibekuk Polisi
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut pun cukup jelas: menang adalah bonus, sedangkan kebersamaan dan kekompakan menjadi nilai utama.
Semangat itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat Desa Tahunan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan berbagai kegiatan yang digelar, semangat kemerdekaan di Desa Tahunan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat.
M8/UCP

















