Jepara, Metro8.News – Pembangunan akses paving di depan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jepara di wilayah Pakisaji menjadi perhatian warga. Pasalnya, posisi konstruksi paving yang terlihat lebih tinggi dari badan jalan dan berada sangat dekat dengan tepi ruas jalan dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena lokasi sekolah berada di kawasan yang masih menjadi jalur aktivitas masyarakat. Ruas jalan di sekitar sekolah juga disebut menjadi salah satu akses menuju Dukuh Toksongo dan cukup sering dilalui kendaraan.
Dari kondisi yang terlihat di lapangan, terdapat perbedaan elevasi antara permukaan paving dengan badan jalan. Bagian tepi konstruksi juga tampak berada sangat dekat dengan jalan. Warga menyebut jaraknya sekitar 20 sentimeter dari badan jalan.
Kondisi inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran, terutama bagi pengendara sepeda motor maupun pengguna jalan lain yang melintas di kawasan tersebut.
Warga Minta Keselamatan Jadi Prioritas
Eko Santoso, salah satu tokoh pemuda Desa Suwawal Timur, Dukuh Toksongo, menyayangkan kondisi akses tersebut.
Menurut Eko, pembangunan fasilitas pendidikan semestinya tidak hanya memperhatikan bangunan utama, tetapi juga memastikan akses di sekitarnya aman bagi masyarakat.
“Ini jalan ramai dan menjadi salah satu akses masuk ke Dukuh Toksongo. Kalau konstruksinya terlalu tinggi dan terlalu dekat dengan badan jalan, tentu harus dipikirkan aspek keselamatannya,” kata Eko.
Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait dan dilakukan pemeriksaan secara langsung di lapangan.
Terlebih, menurut dia, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program pemerintah yang semestinya dibangun dengan perencanaan matang, termasuk dari sisi akses dan keselamatan masyarakat.
“Ini proyek strategis nasional. Masak perencanaannya justru menyisakan persoalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan? Kami berharap segera dibenahi. Jangan sampai menunggu ada korban, baru kemudian dievaluasi,” ujarnya.
Bukan Sekadar Persoalan Paving
Sorotan warga tersebut bukan semata-mata mengenai tampilan atau kualitas paving. Hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana konstruksi tersebut terhubung dengan badan jalan dan digunakan oleh masyarakat sehari-hari.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain perbedaan elevasi, kondisi bahu jalan, akses keluar-masuk kendaraan, sistem drainase, hingga ruang gerak pengguna jalan.
Perbedaan ketinggian yang tidak dilengkapi transisi atau desain akses yang aman berpotensi menyulitkan pengguna jalan. Risiko tersebut terutama dapat dirasakan pengendara sepeda motor, pesepeda, maupun pejalan kaki.
Karena itu, pemeriksaan pekerjaan semestinya tidak hanya berfokus pada apakah konstruksi telah selesai secara fisik.
Fungsi akses dan keselamatan pengguna jalan juga penting menjadi bagian dari evaluasi.
Apalagi fasilitas tersebut berada di kawasan publik yang akan digunakan dan dilalui masyarakat setiap hari.
Jangan Tunggu Ada Insiden
Kritik warga terhadap akses paving tersebut bukan berarti penolakan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat.
Sebaliknya, pembangunan fasilitas pendidikan tetap diharapkan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, dukungan terhadap pembangunan juga harus dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan dan keselamatan lingkungan sekitar.
Pemerintah maupun pihak pelaksana proyek diharapkan turun langsung melihat kondisi akses tersebut dari perspektif pengguna jalan.
Jika setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya persoalan pada elevasi, jarak konstruksi dengan badan jalan, maupun desain akses, perbaikan dapat dilakukan sedini mungkin.
Langkah tersebut dinilai lebih baik daripada menunggu sampai terjadi kecelakaan dan kemudian melakukan evaluasi.
Sebab, dalam pembangunan fasilitas publik, keberhasilan sebuah proyek bukan hanya ketika bangunan selesai dan fasilitas berdiri.
Lebih dari itu, fasilitas tersebut harus dapat digunakan dengan baik, berfungsi sebagaimana mestinya, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kini, perhatian warga tertuju pada respons pihak terkait terhadap kondisi akses di depan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jepara tersebut.
Jangan sampai keselamatan pengguna jalan baru menjadi perhatian setelah terjadi insiden.
M8/AR

















