Nganjuk, Metro8.News – Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahannya. Ia mengakui program tersebut masih menghadapi banyak persoalan di lapangan.
Dalam kunjungannya ke Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menegaskan bahwa berbagai kendala yang muncul harus segera dibenahi.
“Memang banyak masalah, banyak tantangan. Tapi ini harus kita tertibkan,” ujarnya tegas.
Baca Juga: Geger Lombok Tengah! Guru Pesantren Jadi Tersangka, 4 Santri SMP Diduga Jadi Korban Sodomi
Masalah Klasik: Integritas Pejabat
Prabowo juga menyoroti persoalan serius yang dinilai kerap menghambat program pemerintah, yakni lemahnya integritas sebagian oknum pejabat, terutama saat berkaitan dengan pengelolaan anggaran.
Ia menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan wewenang.
“Kalau ada yang tidak bisa jaga integritas, apalagi soal uang, akan kita tindak. Bahkan kita copot,” katanya.
Tetap Jalan, MBG Dinilai Sangat Membantu
Meski dihadapkan pada berbagai masalah, Prabowo memastikan program MBG tidak akan dihentikan. Ia mengaku menerima banyak aspirasi dari masyarakat kecil yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
Menurutnya, bantuan makanan bergizi ini sangat membantu keluarga kurang mampu, terutama anak-anak sekolah.
“Rakyat kecil, petani, mereka minta program ini jangan dihentikan. Ini membantu sekali,” ungkapnya.
Baca Juga: Motor Petani Hilang di Sawah, Tiba-Tiba Dijual di Facebook: Polisi Bongkar Modus COD Pelaku
Pemerintah Siapkan Pusat Kendali Nasional
Untuk memperbaiki pelaksanaan MBG, pemerintah tengah menyiapkan National Command Center yang akan mengoordinasikan program secara nasional di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Deputi Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menyebut pusat kendali ini akan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga pelaksana di lapangan.
Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk:
Memperbaiki tata kelola program
Meningkatkan kualitas layanan gizi
Memastikan target penerima tercapai
Ribuan Layanan Dihentikan Sementara
Sebagai bagian dari evaluasi, pemerintah telah menghentikan sementara ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil menyusul berbagai temuan masalah, seperti:
Kasus keracunan makanan
Fasilitas yang tidak higienis
Standar operasional yang belum terpenuhi
Penghentian dilakukan hingga seluruh permasalahan dapat diselesaikan dan standar layanan diperbaiki.
Fokus 2026: Benahi Total Sistem
Pemerintah menargetkan tahun 2026 sebagai fase pembenahan menyeluruh program MBG. Tidak hanya mengejar jumlah penerima manfaat, kualitas layanan kini menjadi prioritas utama.
Evaluasi ketat dan penguatan pengawasan diharapkan mampu memastikan program ini berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pengakuan terbuka dari Prabowo menunjukkan bahwa program besar seperti MBG memang tidak lepas dari tantangan. Kunci keberhasilan ke depan terletak pada ketegasan penegakan aturan, transparansi anggaran, serta kualitas pelaksanaan di lapangan.
M8/TMP

















