Jepara, Metro8.News – Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak cepat menanggulangi dampak bencana longsor yang sempat memutus akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling. Pada Jumat (22/5/2026), jalur alternatif Tempur–Sumanding resmi dibuka sebagai solusi darurat untuk memulihkan konektivitas warga.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, bersama Sekda Jepara Ary Bachtiar dan jajaran Forkopimda. Momen ini ditandai dengan tasyakuran bersama warga Desa Sumanding yang berlangsung hangat dan penuh harapan.
Jalur tembus yang dibuka memiliki panjang sekitar 6 kilometer, menghubungkan wilayah Duplak–Sumanding hingga ke Desa Tempur. Jalan ini menjadi akses vital setelah jalur utama sebelumnya tertutup material longsor di sejumlah titik dan sempat membuat wilayah Tempur terisolasi.
Dalam sambutannya, Gus Hajar menegaskan bahwa pembukaan jalur ini bukan sekadar solusi sementara, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah krisis.
“Pembukaan sekaligus peresmian jalan tembus ini menjadi bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat Desa Tempur tetap terhubung dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, keberadaan jalur alternatif ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi logistik, hingga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Baca Juga: Heboh! Ngaku Anggota Badan Intelijen Negara, Pria di Jepara Diamankan Intel Kodim 0719/Jepara
Sebelumnya, longsor yang melanda kawasan tersebut menutup total akses utama menuju Desa Tempur. Kondisi ini sempat menghambat distribusi kebutuhan pokok dan aktivitas warga. Menyikapi situasi tersebut, Pemkab Jepara langsung melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor dan membuka jalur alternatif dari arah Sumanding.
Langkah cepat ini menuai apresiasi luas dari masyarakat, termasuk di media sosial. Banyak warga menilai respons pemerintah terbilang sigap dalam mengatasi isolasi wilayah akibat bencana.
Tak berhenti di situ, Pemkab Jepara memastikan penanganan lanjutan akan terus dilakukan. Mulai dari pengerasan badan jalan hingga penataan sistem drainase agar jalur Tempur Sumanding tetap aman dilalui, terutama saat musim hujan yang rawan longsor susulan.
Dengan dibukanya jalur ini, harapan warga kembali menyala. Akses yang sempat terputus kini perlahan pulih, membawa optimisme baru bagi kehidupan masyarakat di lereng utara Jepara.
M8/DSKMNF

















