Jepara, Metro8.News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mulai memperketat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Sedikitnya tujuh wilayah telah dipetakan sebagai daerah rawan krisis air bersih jika kondisi kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.
Ketua BPBD Jepara, Drs. Arwin Noor Isdiyanto, setelah dikonfirmasi jurnalis Metro8.news, Kamis 7 Mei 2026, memberikan keterangan secara mendalam terkait kesiap siagaan penanganan kekeringan di wilayahnya. Ia menyebut, wilayah rawan tersebut meliputi:
1. Clering
2. Sumberrejo
3. Bategede
4. Kedungmalang
5. Kaliombo
6. Pule
7. Karimunjawa
Menurut Arwin, pemetaan tersebut menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas penanganan apabila terjadi penurunan debit air di masyarakat.
Baca Juga: Sempat Kabur ke 4 Kota, Kiai Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati Ditangkap di Wonogiri
Langkah Jangka Panjang Sudah Dimulai Sejak 2025
Arwin menjelaskan, selain kesiap siagaan jangka pendek, BPBD Jepara juga telah menjalankan sejumlah program penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak kekeringan di wilayah rawan.
Pada tahun 2025, BPBD telah melaksanakan pembangunan sumber air dan pipanisasi di beberapa desa seperti Clering, Sumberjo, Bategede, dan Kedung malang. Program tersebut mencakup sekitar 50 kepala keluarga dan saat ini sudah aktif dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Beberapa titik sudah kita siapkan sumber air dan pipanisasinya sejak 2025, dan sudah berjalan untuk sekitar 50 KK,” ujar Arwin.
Selain itu, perbaikan jaringan air juga dilakukan di wilayah Kunir melalui perbaikan pipa utama. BPBD juga mendorong perbaikan infrastruktur distribusi air di Desa Bategede agar layanan tetap berjalan optimal.
Sementara untuk wilayah kedung Malang dan Kaliombo, Arwin menyebutkan bahwa wilayah tersebut tidak sepenuhnya terlayani oleh PTAM, sehingga diperlukan alternatif sumber air lain yang saat ini masih dalam proses pengupayaan.
Siapkan Rp32 Juta untuk Penanganan Droping Air
Untuk penanganan jangka pendek, BPBD Jepara telah menyiapkan anggaran sekitar Rp32 juta yang akan digunakan untuk kegiatan droping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
Arwin menyampaikan, anggaran tersebut bersumber dari APBD. Namun apabila kebutuhan di lapangan meningkat, pihaknya membuka kemungkinan dukungan tambahan melalui skema CSR maupun bantuan dari perusahaan.
“Ada rencana sekitar Rp32 juta dari APBD Kalau kurang, bisa dibantu CSR atau dari pihak perusahaan,” jelasnya.
Baca Juga: Tragedi Maut di Jalan Lintas Sumatera! Bus ALS Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas Mengenaskan
Selain anggaran, BPBD Jepara juga mendapat tambahan satu unit truk tangki dari pihak swasta. Penambahan armada ini dinilai sangat membantu dalam mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat.
Kesiapan Armada Masih Mencukupi
Arwin memastikan hingga saat ini kesiapan armada droping air di BPBD Jepara masih mencukupi. Ia juga menyebut dukungan dari pemerintah provinsi siap dikerahkan jika terjadi peningkatan kebutuhan di lapangan.
“Untuk armada dari provinsi maupun kita sendiri masih mencukupi. Insya Allah anggaran juga cukup untuk tahap awal penanganan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari desa yang mengajukan permintaan droping air bersih ke BPBD, menandakan kondisi kekeringan masih belum masuk kategori darurat.
Imbauan: Masyarakat Diminta Hemat Air
Selain kesiapan teknis, BPBD Jepara juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau.
Arwin meminta warga untuk menghemat penggunaan air, serta rutin memeriksa instalasi air di rumah masing-masing guna mencegah kebocoran dan pemborosan.
“Gunakan air seefektif mungkin, cek instalasi air di rumah, dan lakukan penghematan agar stok air tetap mencukupi,” imbaunya.
BPBD Jepara Tetap Siaga Hadapi Puncak Kemarau
BPBD Jepara menegaskan akan terus siaga menghadapi potensi kekeringan, terutama saat memasuki puncak musim kemarau. Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan terus diperkuat agar setiap potensi kekeringan dapat segera ditangani.
Dengan kombinasi strategi jangka panjang, kesiapsiagaan armada, dukungan anggaran, serta partisipasi masyarakat, BPBD berharap dampak kekeringan di Jepara tahun ini dapat diminimalkan secara optimal.
M8/UCP

















