Metro8 News
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Jepara Hari Ini
    • Nasional
    • Daerah
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Jepara Hari Ini
    • Nasional
    • Daerah
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
Metro8 News
No Result
View All Result
Home Berita Jepara

Jepara Kekurangan Air, 54 Truk Tangki Bergerak! Djoko TP: Ukuran Sukses Bukan Banyaknya Bantuan

Metro8.News by Metro8.News
Minggu, 30 Agustus 2026
in Berita Jepara
0
Krisis air Jepara saat musim kemarau, distribusi air bersih menggunakan truk tangki kepada warga

Djoko TP Menyoroti Permasalahan Air di Jepara

Jepara, Metro8.News – Ketika sumur warga mengering, truk tangki datang membawa air. Bantuan tersebut tentu menjadi penyelamat bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Namun setelah truk tangki pergi, satu pertanyaan besar tetap tersisa.

Siapa yang menjamin warga tidak kembali menunggu truk tangki ketika kemarau berikutnya datang?

 

Pertanyaan itu disampaikan Djoko TP, pengamat kebijakan publik Inaker, kepada jurnalis Metro8.news, Minggu (30/8/2026), saat menyoroti kebijakan penanganan kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Jepara.

 

Menurut Djoko, distribusi air bersih merupakan langkah penting dalam kondisi darurat. Namun kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada pengiriman air menggunakan truk tangki.

“Truk tangki bisa menyelesaikan kebutuhan hari ini. Tetapi yang harus dipikirkan pemerintah adalah bagaimana masyarakat tidak terus bergantung pada truk tangki setiap musim kemarau,” ungkap Djoko.

Baca Juga: Drama Pilpet Sengonbugel! Sudarsono Gugur, Persoalkan Berkas dan Nilai Calon, Gugatan PTUN Disiapkan

Sorotan Djoko muncul setelah Pemkab Jepara menyampaikan bahwa penanganan kekeringan dilakukan melalui pembangunan sumur bor, jaringan pipanisasi serta distribusi air bersih.

 

Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Jepara pada 26 Agustus 2026, sejak Juli telah dikerahkan 54 truk tangki untuk menyalurkan sekitar 216 ribu liter air bersih ke Desa Kedungmalang, Tunahan dan Sumberrejo.

 

Di sisi lain, Pemkab Jepara mengalokasikan sekitar Rp1 miliar dari APBD 2026 untuk pembangunan sumur dan jaringan air bersih. Anggaran tersebut ditambah dukungan CSR Bank Jateng sebesar Rp300 juta untuk pembangunan jaringan.

Pemkab bahkan menargetkan pada 2027 tidak ada lagi lokasi kekeringan, termasuk Karimunjawa.

Bagi Djoko, target tersebut harus diapresiasi, tetapi sekaligus harus diuji dengan ukuran yang konkret.

Baca Juga: Tungku Kompor Jadi Biang Kerok! Rumah Warga Pakisaji Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta

 

54 Truk Tangki Bukan Sekadar Angka

Djoko menilai angka 54 truk tangki seharusnya tidak hanya dicatat sebagai keberhasilan distribusi bantuan.

“Setiap truk yang bergerak berarti ada masyarakat yang membutuhkan air. Ada biaya bahan bakar, tenaga, kendaraan, pengisian, distribusi dan koordinasi. Karena itu, angka tersebut harus menjadi bahan evaluasi kebijakan,” katanya.

 

Menurutnya, pemerintah perlu melihat apakah kebutuhan distribusi air dari tahun ke tahun menurun atau justru meningkat.

Jika tahun ini puluhan truk harus bergerak, maka pembangunan sumber air permanen harus mampu membuat kebutuhan tersebut berkurang pada tahun berikutnya.

 

“Jangan sampai setiap kemarau pemerintah hanya sibuk mengatur rute truk tangki. Kalau begitu, kita sebenarnya baru memindahkan air dari tempat yang punya air ke tempat yang kekurangan air. Itu penting untuk darurat, tetapi bukan solusi permanen,” tegasnya.

Baca Juga  Camat Batealit Jepara Hadiri Festival Tongtek Sedekah Bumi Mindahan, Ribuan Warga Antusias

Baca Juga: Geger! Pulang Usai Nonton Dangdut, Warga Banyuputih Jepara Diduga Dikeroyok dan Dipukul Pakai Batu

 

Sumur Bor Jangan Berhenti pada Air yang Keluar

Djoko menyambut positif rencana pembangunan sumur bor dan jaringan air bersih.

Namun ia mengingatkan, ukuran keberhasilan sumur bor bukan sekadar ketika pengeboran selesai dan air keluar.

“Yang harus ditanyakan adalah berapa debitnya, bagaimana kualitas airnya, berapa KK yang dilayani, bagaimana jaringan distribusinya, siapa pengelolanya dan bagaimana biaya operasionalnya,” ungkap Djoko.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur air harus dilihat sebagai sebuah sistem.

Sumber air → pompa → reservoir → jaringan → sambungan warga → pengelolaan.

Jika salah satu bagian tidak berjalan, masyarakat tetap bisa mengalami kesulitan.

“Jangan berhenti pada kalimat sumur sudah dibangun. Pertanyaan berikutnya adalah berapa kepala keluarga yang benar-benar mendapatkan manfaat dari sumur tersebut?” ujarnya.

Baca Juga: Ada apa dengan Kadinsos Jepara dan Panitia Pilpet Kaliaman? Nama Daniel Sudah Ditetapkan Pengadilan sebagai Satu Orang yang Sama, Kok Masih Dipersoalkan?

 

Anggaran Rp1 Miliar Harus Terlihat Menjadi Air

Djoko juga menyoroti anggaran sekitar Rp1 miliar dari APBD serta dukungan CSR Rp300 juta yang diarahkan untuk pembangunan sumur dan jaringan air bersih. Data tersebut sebelumnya disampaikan BPBD Jepara.

Menurutnya, masyarakat tidak membutuhkan penjelasan anggaran yang terlalu rumit.

“Publik cukup diberi penjelasan sederhana. Uangnya digunakan untuk apa, dibangun di mana, kapasitasnya berapa, berapa KK penerima manfaat, siapa pengelolanya dan bagaimana pemeliharaannya,” katanya.

Sebab, lanjut Djoko, ukuran keberhasilan kebijakan air pada akhirnya bukan sekadar berapa besar anggaran yang terserap.

“Yang diminum masyarakat bukan anggarannya. Yang dibutuhkan masyarakat adalah airnya,” tegasnya.

Baca Juga: Krisis Air Mengintai Jepara, Pemkab Bergerak: Sumur Dibor, Jaringan Pipa Dikebut!

 

Target 2027 Harus Bisa Diukur

Pemkab Jepara menargetkan pada 2027 tidak ada lagi lokasi kekeringan.

Djoko menyebut target tersebut bagus, tetapi harus memiliki indikator yang jelas.

“Bebas kekeringan itu maksudnya apa? Apakah tidak ada lagi distribusi air tangki? Apakah seluruh desa punya sumber air cadangan? Atau seluruh rumah tangga sudah memiliki akses air bersih?” tanyanya.

Menurut dia, definisi tersebut penting agar target pemerintah tidak hanya menjadi angka administratif.

Baca Juga  Viral! Dituding Akan Dimosi Tak Percaya, Camat Tahunan Mu’adz: Fitnah Keji, Saya Serahkan pada Allah

“Jangan sampai sebuah wilayah secara administratif tidak lagi disebut kekeringan, tetapi masyarakatnya masih kesulitan mendapatkan air,” katanya.

Djoko menyarankan ukuran keberhasilan dibuat sederhana.

 

Ketika kemarau datang, apakah warga masih kesulitan mendapatkan air?

Jika jawabannya tidak, maka kebijakan tersebut benar-benar berhasil dirasakan masyarakat.

CSR Jangan Hanya Menjadi Proyek yang Berdiri Sendiri

Djoko juga menilai keterlibatan dunia usaha melalui CSR merupakan langkah positif.

Namun program CSR sebaiknya ditempatkan dalam satu peta kebutuhan air Jepara.

“Pemerintah harus tahu wilayah mana yang paling membutuhkan. Jangan sampai pemerintah membangun di satu tempat, perusahaan membangun di tempat lain, sementara daerah yang paling membutuhkan justru belum tersentuh,” ungkapnya.

Ia mendorong agar pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran yang jelas.

Pemerintah menyusun perencanaan dan pengawasan.

Perusahaan memberikan dukungan.

Desa ikut mengelola.

Masyarakat ikut menjaga.

“Kalau semuanya masuk dalam satu sistem, CSR akan menjadi bagian dari solusi jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fasilitas,” ujarnya.

Baca Juga: Geger Ngeling Jepara! Remaja 16 Tahun Diduga Dianiaya, Ayah Korban Mengaku Ditendang Saat Hendak Damai, Kini Dilaporkan ke Polisi

 

Jepara Membutuhkan Peta Ketahanan Air

Menurut Djoko, persoalan kekeringan tidak cukup ditangani dengan membuat daftar desa yang membutuhkan bantuan air.

Jepara membutuhkan peta ketahanan air.

Peta tersebut harus mampu menunjukkan wilayah yang memiliki sumber air kuat, daerah yang rentan kekeringan, lokasi yang membutuhkan sumur bor, wilayah yang cocok dengan jaringan perpipaan, hingga sumber air yang harus dilindungi.

“Desa yang setiap tahun menerima bantuan air seharusnya menjadi prioritas. Data distribusi truk tangki tahun ini harus menjadi dasar perencanaan tahun berikutnya,” katanya.

Dengan begitu, kebijakan tidak lagi bersifat reaktif.

Pemerintah tidak menunggu sumur kering untuk kemudian mencari solusi.

 

Keberhasilan Justru Ketika Truk Tangki Berkurang

Bagi Djoko, ada indikator sederhana untuk mengukur keberhasilan kebijakan air Jepara.

Jumlah truk tangki harus semakin berkurang.

“Kalau tahun ini 54 truk, maka itu bisa menjadi salah satu titik awal evaluasi. Tahun depan harus diupayakan berkurang. Kemudian berkurang lagi,” jelasnya.

Bukan berarti truk tangki tidak diperlukan.

Dalam kondisi darurat, distribusi air tetap harus tersedia.

Tetapi jika pembangunan sumber air permanen berhasil, ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air semestinya semakin kecil.

“Jangan menjadikan banyaknya truk yang datang sebagai ukuran keberhasilan. Justru suatu saat nanti ukuran keberhasilannya adalah ketika masyarakat tidak lagi membutuhkan truk tangki,” tegas Djoko.

Baca Juga  Sulap Pinggir Jalan Jadi “ATM Desa”, Bupati Jepara Tanam Kioji dan Kelengkeng, Panen Rp1 Juta per Pohon

 

Air Bukan Hanya Urusan BPBD

Djoko menilai ketahanan air Jepara tidak bisa dibebankan kepada BPBD saja.

BPBD berperan penting dalam penanganan darurat.

Namun persoalan air bersih merupakan pekerjaan lintas sektor.

Bappeda memiliki peran dalam perencanaan.

PUPR dalam pembangunan infrastruktur.

Perumda Air Minum dalam pelayanan dan jaringan.

Pemerintah desa mengetahui kondisi masyarakat di lapangan.

DPRD memiliki fungsi pengawasan anggaran.

Dunia usaha dapat berkontribusi melalui CSR.

Sementara masyarakat ikut menjaga sumber dan fasilitas air.

“Kalau semua berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal. Persoalan air membutuhkan sistem yang terintegrasi,” katanya.

Baca Juga: Mediasi Pilpet Kaliaman Jepara Memanas! Daniel Pertanyakan Pasal 71, Kuasa Hukum Siapkan Upaya Hukum

 

Jangan Tunggu Sumur Kering untuk Mulai Berpikir

Djoko mengingatkan bahwa musim kemarau bukan peristiwa yang datang secara tiba-tiba.

Karena itu, wilayah yang berulang kali mengalami kekeringan seharusnya sudah dapat dipetakan sejak awal.

“Data kekeringan tahun ini jangan hanya menjadi laporan kegiatan. Jadikan data itu sebagai dasar pembangunan tahun berikutnya,” ungkapnya.

Menurutnya, desa yang berulang kali menerima distribusi air harus mendapatkan perhatian lebih besar.

Sumber air harus dipetakan.

Sumur bor harus dibangun berdasarkan kajian.

Jaringan harus diperluas.

Sumber air harus dilindungi.

Dan biaya pemeliharaan harus dipastikan.

 

Pertanyaan Terakhir untuk Jepara

Pada akhirnya, kata Djoko, masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan.

Mereka hanya ingin ketika kemarau datang, air tetap tersedia.

Karena itu, menurutnya, pertanyaan yang harus diajukan bukan hanya:

“Berapa banyak truk tangki yang sudah dikirim?”

Tetapi:

“Berapa banyak warga yang tahun depan tidak lagi membutuhkan truk tangki?”

“Itulah ukuran keberhasilan yang sebenarnya,” kata Djoko.

Bebas kekeringan bukan berarti Jepara harus bebas dari musim kemarau. Itu tidak mungkin.

Bebas kekeringan berarti ketika alam sedang kering, masyarakat tetap memiliki akses terhadap air secara layak.

“Maka pekerjaan rumah Jepara bukan hanya memastikan truk tangki datang tepat waktu. Pekerjaan yang jauh lebih penting adalah memastikan suatu hari nanti masyarakat tidak lagi menunggu truk tangki untuk mendapatkan air,” pungkas Djoko TP.

Air untuk masyarakat bukan sekadar bantuan. Air adalah kebutuhan dasar yang harus direncanakan, disediakan, dikelola dan dijaga keberlanjutannya.

Oleh: Djoko TP

Pengamat Kebijakan Publik Inaker

Minggu, 30 Agustus 2026

 

M8/UCP

Tags: air bersih Jeparaair JeparaDjoko TPkekeringan Jepara
ShareTweetPin
Previous Post

Drama Pilpet Sengonbugel! Sudarsono Gugur, Persoalkan Berkas dan Nilai Calon, Gugatan PTUN Disiapkan

Next Post

Sedekah Bumi Bakalan Jepara Meriah, “Semar Bangun Deso” Jadi Puncak Wayangan Semalam Suntuk

Related Posts

Pembukaan Letter C sengketa tanah Muryolobo di Balai Desa Muryolobo, Jepara, dihadiri pemerintah desa, unsur kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait pada 28 Oktober 2026.
Berita Jepara

Letter C Sengketa Tanah Kamseh di Muryolobo Jepara Dibuka, Ahmad Sugiyanto Soroti Dugaan Kejanggalan dan Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026
Drs. H. Junarso Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara dan Wakil Ketua DPRD Jepara dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026.
Berita Jepara

Sumpah Pemuda 2026, Junarso Ajak Generasi Muda Jepara Jaga Persatuan dan Berani Membawa Perubahan

Rabu, 28 Oktober 2026
Petinggi Mambak Jepara Hadi Prayitno mengajak generasi muda memerangi narkoba, menaati hukum, dan menjaga persatuan pada Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Berita Jepara

Beda Pilihan Jangan Bermusuhan! Pesan Tegas Petinggi Mambak Jepara di Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Pemuda Perangi Narkoba dan Taat Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026
Santri Mayong Jepara diduga menjadi korban pengeroyokan 10 teman hingga mengalami luka serius dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Berita Jepara

Berawal dari Candaan, Berujung Petaka! Santri di Mayong Jepara Diduga Dikeroyok 10 Teman hingga Luka Serius

Selasa, 27 Oktober 2026
Mobil Colt TSS menabrak gapura Pemdes dan merusak pagar sekolah di Desa Sidi Gede, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.
Berita Jepara

Sudah Sebulan! Gapura Pemdes dan Pagar Sekolah di Sidi Gede Jepara Rusak Ditabrak Colt TSS, Tanggung Jawab Pemilik Mobil Disorot

Selasa, 27 Oktober 2026
Geger Tambang Tanah Uruk di Jepara! Galian Sedalam 8 Meter, 4 Truk Dipergoki Tim Gabungan
Berita Jepara

Geger Tambang Tanah Uruk di Jepara! Galian Sedalam 8 Meter, 4 Truk Dipergoki Tim Gabungan

Selasa, 27 Oktober 2026
Next Post
Sedekah Bumi Bakalan Jepara dengan wayangan Semar Bangun Deso

Sedekah Bumi Bakalan Jepara Meriah, “Semar Bangun Deso” Jadi Puncak Wayangan Semalam Suntuk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkini

Bikin Geger Pati! Remaja 14 Tahun Diduga Dicabuli di Kamar Mandi Masjid, Pria Asal Blora Ditangkap Warga Saat Cari Mangsa Baru

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Ilustrasi kartun penanganan kasus dugaan pencabulan remaja di Pati oleh pihak kepolisian.

Pati, Metro8.News - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur menggemparkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seorang pria berusia...

Read more

Letter C Sengketa Tanah Kamseh di Muryolobo Jepara Dibuka, Ahmad Sugiyanto Soroti Dugaan Kejanggalan dan Siapkan Langkah Hukum

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Pembukaan Letter C sengketa tanah Muryolobo di Balai Desa Muryolobo, Jepara, dihadiri pemerintah desa, unsur kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait pada 28 Oktober 2026.

Jepara, Metro8.News - Pemerintah Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, akhirnya membuka dokumen Letter C yang berkaitan dengan sengketa tanah...

Read more

Sumpah Pemuda 2026, Junarso Ajak Generasi Muda Jepara Jaga Persatuan dan Berani Membawa Perubahan

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Drs. H. Junarso Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara dan Wakil Ketua DPRD Jepara dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 2026.

Jepara, Metro8.News - Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan mendorong...

Read more

Beda Pilihan Jangan Bermusuhan! Pesan Tegas Petinggi Mambak Jepara di Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Pemuda Perangi Narkoba dan Taat Hukum

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Petinggi Mambak Jepara Hadi Prayitno mengajak generasi muda memerangi narkoba, menaati hukum, dan menjaga persatuan pada Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Jepara, Metro8.News - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi pengingat penting bagi generasi muda dan...

Read more

Bejat! Gadis 14 Tahun di Pati Diduga Diperkosa Ayah dan Kakak Tiri Selama 2 Tahun, Rekaman Video Jadi Alat Ancaman

by Metro8.News
Rabu, 28 Oktober 2026
0
Konferensi pers Polresta Pati terkait kasus dugaan kekerasan seksual terhadap gadis 14 tahun yang diduga dilakukan ayah tiri dan kakak tiri selama dua tahun.

Pati, Metro8.News - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengungkap kisah memilukan. Seorang gadis berusia...

Read more

Berawal dari Candaan, Berujung Petaka! Santri di Mayong Jepara Diduga Dikeroyok 10 Teman hingga Luka Serius

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Santri Mayong Jepara diduga menjadi korban pengeroyokan 10 teman hingga mengalami luka serius dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Jepara, Metro8.News - Seorang santri di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Kedung Ombo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga menjadi...

Read more

Sudah Sebulan! Gapura Pemdes dan Pagar Sekolah di Sidi Gede Jepara Rusak Ditabrak Colt TSS, Tanggung Jawab Pemilik Mobil Disorot

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Mobil Colt TSS menabrak gapura Pemdes dan merusak pagar sekolah di Desa Sidi Gede, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.

Jepara, Metro8.News - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Colt TSS di Desa Sidi Gede, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, menjadi...

Read more

Geger Tambang Tanah Uruk di Jepara! Galian Sedalam 8 Meter, 4 Truk Dipergoki Tim Gabungan

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Geger Tambang Tanah Uruk di Jepara! Galian Sedalam 8 Meter, 4 Truk Dipergoki Tim Gabungan

Jepara, Metro8.News - Aktivitas penambangan tanah uruk di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, menjadi sorotan setelah tim terpadu...

Read more

Pengisian 2 Formasi Perangkat Desa Bandungrejo Jepara, Pemdes Tegaskan Proses Transparan dan Terbuka

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Pengisian dua formasi perangkat Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, berlangsung transparan dan terbuka.

Jepara, Metro8.News - Pemerintah Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, membuka pengisian dua formasi jabatan perangkat desa. Proses yang berlangsung...

Read more

Miris! Motor Keluarga Diduga Digadaikan Tanpa Izin demi Judi Online, Usaha Penggadaian di Welahan Disorot, Aparat Diminta Bertindak

by Metro8.News
Selasa, 27 Oktober 2026
0
Ilustrasi dampak judi online di Welahan Jepara, motor keluarga diduga digadaikan tanpa izin dan usaha penggadaian menjadi sorotan warga.

Jepara, Metro8.News - Kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya perjudian online kembali mencuat. Kali ini, warga di wilayah Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara,...

Read more
Prev Next
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kontak

© 2026 Metro8 News - Metro8 News Media Online Terpercaya by Metro8 News.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Berita Jepara Hari Ini
    • Nasional
    • Daerah
    • Dunia
  • Politik
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup

© 2026 Metro8 News - Metro8 News Media Online Terpercaya by Metro8 News.