Jepara, Metro8.News – Nama Camat Tahunan, Mu’adz, mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar kabar dirinya akan dijatuhi mosi tidak percaya oleh sejumlah petinggi desa di wilayah Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Kabar yang menyebutkan ada sekitar 15 petinggi desa siap menandatangani mosi tersebut langsung dibantah keras oleh Mu’adz. Ia menilai isu tersebut sebagai fitnah yang sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan dirinya.
“Semua itu tidak benar. Itu fitnah dan bentuk pembunuhan karakter,” tegas Mu’adz saat dikonfirmasi Jurnalis Metro8.News Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Viral Dimedsos! Video Siswi Tak berbusana di Ngawi, Diduga Jadi Korban VCS, Kronologinya Terungkap
Ia menegaskan selama ini bekerja sesuai regulasi dan menjalankan tugas pembinaan terhadap pemerintah desa secara profesional. Menurutnya, kritik adalah hal wajar, namun tidak dengan menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
“Kalau ada yang tidak sesuai, silakan kritik. Tapi jangan membuat berita bohong atau hoaks,” lanjutnya.
Mu’adz bahkan mempersilakan publik untuk melakukan klarifikasi langsung kepada para petinggi desa yang disebut-sebut terlibat dalam mosi tersebut.
“Silakan dicek ke semua petinggi. Jangan-jangan ini memang sengaja dibuat untuk menjatuhkan saya,” ujarnya.
Menariknya, sejumlah petinggi desa yang namanya ikut dicatut justru mengaku tidak tahu-menahu soal rencana mosi tidak percaya tersebut.
Sagiman, Petinggi Desa Sukodono, mengaku kaget saat namanya muncul dalam kabar tersebut.
“Saya tidak tahu sama sekali. Malah baru tahu dari berita,” katanya.
Baca Juga: Innalillahi.. Niat Bakar Daun Tebu Berujung Maut, Warga Nalumsari Jepara Tewas Mengenaskan di Sawah
Hal senada disampaikan Mulyono, Petinggi Desa Senenan. Ia menegaskan tidak pernah dilibatkan dalam wacana tersebut.
“Mboten pak, saya justru baru dengar ini,” ujarnya.
Petinggi Desa Tegalsambi, Agus Santoso, juga dengan tegas membantah adanya gerakan tersebut. Ia bahkan menilai ada pihak yang mencoba memecah hubungan antara camat dan para petinggi desa.
“Sepertinya semua desa dicatut. Ini bisa jadi upaya membenturkan petinggi dengan camat,” tandasnya.
Di tengah polemik ini, Mu’adz memilih bersikap tenang dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dalam pesan singkatnya, ia menyampaikan keyakinannya bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap.
“Kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Saya hanya bekerja tulus dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan sudah terbiasa menghadapi berbagai persoalan besar selama menjabat, mulai dari konflik tambak udang hingga persoalan lingkungan.
Baca Juga: Drama Korupsi MBG Berlanjut, Kejagung Seret AYS yang Diduga Atur Mitra Siluman
“Di belakang mereka mungkin ada orang kuat, tapi saya percaya di belakang saya ada Allah SWT,” pungkasnya.
Kasus ini pun kini menjadi perhatian publik Jepara. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya sebelum ada klarifikasi yang jelas dan berimbang.
M8/UCP

















