Jepara, Metro8.News – Bertahun-tahun warga Dukuh Jokosari, Desa Ngabul, Kabupaten Jepara hanya bisa mengelus dada melihat kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Saat musim hujan berubah jadi kubangan licin, ketika kemarau dipenuhi debu dan lubang berbahaya.
Namun pada Kamis, (21/5/26), suasana kampung mendadak berubah. Jalan yang selama ini bikin warga geleng-geleng kepala perlahan mulai dicor dan tampak mulus. Bukan proyek besar pemerintah, melainkan aksi sosial seorang pengusaha asal Jepara yang kini tinggal di Bali, Komang Aryes Huber.
Aksi tersebut langsung menyita perhatian warga. Dengan dana pribadi, Komang membantu pengecoran akses jalan yang setiap hari dilalui anak sekolah, pekerja pabrik, hingga warga yang mencari nafkah.
Baca Juga: Heboh! Ngaku Anggota Badan Intelijen Negara, Pria di Jepara Diamankan Intel Kodim 0719/Jepara
Tak sedikit warga yang mengaku terharu. Sebab, jalan itu sudah lama menjadi keluhan utama masyarakat setempat. Saat hujan turun, kendaraan sering kesulitan melintas. Bahkan pengendara motor kerap nyaris terjatuh akibat jalan licin dan berlubang.
“Dulu kalau lewat harus pelan sekali. Kalau malam juga rawan,” ungkap salah satu warga di lokasi.
Yang membuat suasana semakin menyentuh, warga Jokosari tidak tinggal diam. Mereka kompak turun tangan membantu proses pengecoran. Di bawah terik matahari, para warga bahu-membahu mengangkut material, meratakan cor beton, hingga memastikan pekerjaan berjalan lancar.
Tahap awal pengecoran dilakukan sepanjang sekitar 170 meter, ditambah sekitar 50 meter di titik lain yang mengalami kerusakan cukup parah. Rencananya, pengerjaan akan kembali dilanjutkan bulan depan agar akses warga benar-benar nyaman dilalui.
Tokoh masyarakat setempat menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata yang sangat dirasakan manfaatnya oleh warga desa. Jalan itu dinilai sebagai urat nadi aktivitas masyarakat karena menjadi jalur utama mobilitas harian.
Di tengah banyaknya keluhan soal infrastruktur desa, kisah dari pelosok Ngabul ini justru menjadi sorotan positif. Bukan hanya karena jalan yang akhirnya diperbaiki, tetapi juga karena semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang kembali hidup di tengah masyarakat.
Kini, jalan yang dulu dipenuhi lubang mulai berubah menjadi simbol harapan baru bagi warga Jokosari.
M8/RK

















