Jepara, Metro8.News – Sebuah potret kehidupan mengiris hati tersaji di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Di sebuah rumah sempit berukuran hanya 3×5 meter, delapan jiwa bertahan hidup dalam keterbatasan ekonomi yang kian menghimpit.
Rumah itu milik seorang janda lansia, Sumberikah (70), yang juga merupakan ibu dari korban tindakan asusila Siti. Di tengah beban hidup yang berat, ia tetap berjuang menjadi tulang punggung keluarga.
Kondisi inilah yang menggerakkan kepedulian jajaran Polsek Kalinyamatan. Pada Jumat, (22/05/26). Kapolsek Kalinyamatan, Iptu Hery Sutanto, bersama anggota serta jurnalis Metro8.News menyambangi langsung rumah seorang janda lansia ibu Sumberikah yang juga ibu dari korban tindakan asusila Siti tersebut.
Kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga membawa bantuan tali asih berupa paket sembako untuk meringankan beban keluarga.
Baca Juga: Detik-Detik Jelang Nikah, Calon Pengantin di Pati Hilang Misterius, Polisi Buka Suara
Sehari-hari, Sumberikah bekerja sebagai buruh makloon anyaman parsel milik tetangganya. Dari pekerjaan itu, ia hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan delapan anggota keluarga yang tinggal satu atap, termasuk seorang anak bungsu penyandang disabilitas.
Saat rombongan kepolisian tiba, suasana haru tak terhindarkan. Rumah sederhana tanpa sekat itu menjadi saksi kerasnya perjuangan hidup yang dijalani keluarga tersebut setiap hari.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapat perhatian,” ujar Iptu Hery Sutanto di sela kunjungan.
Ia menegaskan, kegiatan sosial ini merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan hidup, terlebih dalam situasi yang penuh tekanan seperti yang dialami keluarga tersebut.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan dan menjadi penyemangat agar tetap kuat menjalani kehidupan,” imbuhnya.
Sementara itu, dengan mata berkaca-kaca, Sumberikah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
“Terima kasih kepada bapak Kapolsek dan semuanya. Kami sangat terbantu, semoga selalu diberi kesehatan,” ucapnya lirih.
Baca Juga: Harkitnas 2026: Nur Said Soroti Kebangkitan Kesadaran Hukum, Warga Diminta Tak Takut Cari Keadilan
Kehadiran polisi di tengah kondisi seperti ini pun mendapat apresiasi warga sekitar. Tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga membawa empati dan kepedulian nyata bagi masyarakat kecil.
Di balik sempitnya ruang dan beratnya beban hidup, kisah Sumberikah menjadi pengingat bahwa kemanusiaan dan kepedulian masih ada dan mampu menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan.
M8/UCP

















