Jepara, Metro8.News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi andalan pemenuhan gizi siswa di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, mendadak terhenti. Selama lima hari berturut-turut sejak Senin hingga Jumat (22/05/2026), sejumlah sekolah negeri dilaporkan tidak menerima distribusi makanan dari dapur SPPG 03 Ngabul.
Kondisi ini langsung memicu keresahan di kalangan wali murid dan pihak sekolah. Pasalnya, program yang semestinya berjalan rutin itu justru berhenti di saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung normal.
Salah satu staf di SD Negeri 02 Ngabul mengungkapkan, para siswa sudah hampir sepekan tidak mendapatkan jatah MBG. Informasi yang diterima pihak sekolah menyebutkan bahwa dapur SPPG 03 Ngabul tengah menjalani renovasi.
“Anak-anak sudah lima hari tidak menerima MBG. Dari pihak dapur disampaikan sedang ada renovasi, tapi belum jelas kapan selesai,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari wali murid. IN (40), orang tua siswa di SDN 02 Ngabul, mengaku kebingungan dengan penghentian mendadak tersebut. Ia mengatakan anaknya pulang sekolah tanpa mendapatkan makanan tambahan seperti biasanya.
“Sejak Senin sampai sekarang tidak ada MBG. Kami tidak tahu sebenarnya masalahnya apa,” tuturnya.
Dari penelusuran di lapangan, terdapat tiga dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Desa Ngabul. Namun saat didatangi, dapur SPPG 03 terlihat tidak beroperasi sama sekali. Tidak ada aktivitas, dan kondisi sekitar tampak sepi.
Baca Juga: Detik-Detik Jelang Nikah, Calon Pengantin di Pati Hilang Misterius, Polisi Buka Suara
Ironisnya, SDN 02 Ngabul sebelumnya merupakan sekolah percontohan (pilot project) program MBG di wilayah tersebut. Namun setelah distribusi dialihkan dari SPPG 01 ke SPPG 03, justru layanan terhenti total.
Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Mustofa, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa dapur SPPG 03 saat ini sedang dalam status suspensi.
“Saat ini dapur disuspensi sementara untuk melengkapi sarana dan prasarana. Jadi distribusi MBG memang dihentikan sementara waktu,” jelasnya, Jumat (22/05/2026).
Namun penjelasan itu belum mampu meredam kekecewaan para wali murid. Mereka menilai penghentian ini tidak seharusnya terjadi tanpa solusi alternatif.
Baca Juga: Prabowo Subianto Blak-blakan Soal MBG: Banyak Masalah, Siap Ditertibkan!
“Waktu libur puasa saja anak-anak tetap dapat MBG. Kok sekarang saat sekolah aktif malah tidak ada? Ini kan hak siswa. Kalau tidak diberikan, kompensasinya apa?” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Para orang tua berharap Pemerintah Kabupaten Jepara segera turun tangan mencari solusi konkret. Salah satu opsi yang diusulkan adalah mengalihkan distribusi ke dapur SPPG lain yang masih aktif di wilayah Ngabul.
Selain itu, muncul pula sorotan terkait anggaran. Wali murid menyebut dapur yang sedang disuspensi tetap menerima dana kompensasi bulanan dari Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga penghentian layanan tanpa distribusi dinilai janggal.
Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa kepastian, bukan hanya program yang dipertanyakan, tetapi juga komitmen terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah di Jepara.
M8/GUNJACK

















