Jepara, Metro8.News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara mendadak tersendat. Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmi dinonaktifkan oleh (BGN), memicu dampak langsung bagi ribuan siswa penerima manfaat.
Keputusan penghentian operasional sementara itu tertuang dalam surat resmi BGN tertanggal 25 Mei 2026. Penyebab utamanya bukan sepele: instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sejumlah dapur MBG dinilai belum memenuhi standar.
Masalah ini dianggap krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas makanan, keamanan pangan, hingga kesehatan penerima manfaat.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Motor Jepara Tembus Rp128 Miliar, 173 Ribu Kendaraan Belum Bayar!
Koordinator SPPG Kabupaten , Wildan Musthofa, mengungkapkan bahwa langkah BGN justru menjadi bentuk pengawasan yang tegas dan diperlukan.
“IPAL itu syarat wajib. Tapi di lapangan, ada yang kapasitasnya tidak memadai, bahkan sampai terjadi luapan limbah,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, sebagian dapur MBG yang kini dihentikan sebenarnya telah lama beroperasi. Namun, kurangnya perhatian terhadap sistem pengelolaan limbah menjadi catatan serius.
Baca Juga: Prabowo Copot Kepala BGN Usai Rentetan Kasus Keracunan MBG, Nanik Deyang Resmi Mengganti
Meski demikian, peluang untuk kembali beroperasi masih terbuka. SPPG yang terdampak diwajibkan melakukan perbaikan IPAL sesuai standar, sebelum mengajukan verifikasi ulang ke BGN.
“Nanti diverifikasi lagi. Kalau sudah memenuhi syarat, baru izin operasional bisa dicabut dari status penonaktifan,” jelasnya.
Wildan juga memberi peringatan keras kepada seluruh pengelola SPPG lainnya. Ia menegaskan bahwa penertiban ini bukan yang terakhir.
“Akan ada gelombang berikutnya. Kalau masih ada yang belum memenuhi standar, pasti akan kami laporkan. BGN sangat serius dalam hal ini,” tegasnya.
Penonaktifan ini menjadi sinyal kuat bahwa program MBG tak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga menyangkut standar higienitas dan keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, kondisi ini membuat ribuan siswa di Jepara untuk sementara waktu harus kehilangan akses terhadap program makan bergizi gratis yang sebelumnya rutin mereka terima.
M8/KMP

















