Demak, Metro8.News – Suasana duka di Desa Klampok Lor, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, mendadak berubah menjadi kepanikan dan keheranan warga. Seorang lansia bernama Suhardi (65), yang sebelumnya dikabarkan meninggal dunia, ternyata masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat hendak dimandikan untuk proses pemakaman.
Peristiwa tak biasa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sore. Berdasarkan keterangan warga dan aparat setempat, Suhardi diketahui telah lama menderita sakit menahun. Kabar meninggalnya bahkan telah diumumkan melalui pengeras suara masjid, sehingga warga berdatangan untuk melayat sekaligus membantu persiapan pemakaman.
Sejumlah warga telah menggali liang kubur dan menyiapkan prosesi perawatan jenazah sebagaimana mestinya. Namun, situasi berubah drastis saat proses pemandian jenazah akan dilakukan usai Magrib.
Baca Juga: 53 Jalan Rusak di Jepara Akhirnya Digarap! Rp163,3 Miliar Digelontorkan, Target Tuntas Oktober 2026
Kapolsek Kebonagung, Iptu Said Nu’man Murod, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga yang tengah bersiap memandikan jenazah melihat adanya tanda-tanda kehidupan pada tubuh Suhardi.
“Ketika akan disucikan setelah Magrib, ternyata masih bernapas. Kemudian bidan desa dipanggil untuk memastikan kondisi dan diketahui masih ada detak jantung,” ujarnya.
Setelah dipastikan masih hidup, proses pemakaman langsung dibatalkan. Suhardi kemudian dibawa kembali ke rumah dan dirawat oleh pihak keluarga dengan pendampingan tenaga kesehatan setempat.
Baca Juga: Ricuh Penolakan Hiburan Ngabul Jepara, Petinggi Desa Sholekhan Buka Suara dan Siapkan Rapat Krusial
Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan warga. Banyak pelayat mengaku terkejut karena seluruh rangkaian persiapan pemakaman sudah hampir selesai dilakukan.
Fenomena seperti ini dalam dunia medis kerap dikaitkan dengan kondisi tertentu, seperti penurunan fungsi vital yang sangat lemah sehingga sulit terdeteksi tanpa alat medis memadai. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa membuat seseorang tampak seperti telah meninggal dunia.
Namun, takdir berkata lain. Keesokan harinya, Rabu (3/6/2026) pagi, Suhardi benar-benar mengembuskan napas terakhirnya. Kabar duka kembali diumumkan melalui pengeras suara musala setempat.
Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah Suhardi kemudian dimakamkan oleh keluarga dan warga dengan prosesi yang berlangsung khidmat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memastikan kondisi medis seseorang secara akurat sebelum dinyatakan meninggal dunia, terutama dengan melibatkan tenaga kesehatan.
M8/UCP

















