Demak, Metro8.News – Momen bahagia yang seharusnya penuh suka cita justru berubah jadi petaka. Seorang mempelai pria di Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, harus menahan sakit usai dipukuli saat pesta pernikahannya sendiri, Jumat (12/6/2026) malam.
Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di depan rumah pemilik hajatan, yang diketahui merupakan perangkat desa setempat di Dusun Tapen.
Kapolsek Wonosalam, AKP Rusmanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, awalnya acara hiburan dangdutan berlangsung aman dan kondusif tanpa gangguan berarti.
Baca Juga: Sidang Tipikor Ungkap Aliran Uang Rp 3,8 M ke Sudewo, Dari Fee Proyek hingga Gratifikasi
Namun, suasana mulai berubah seiring berjalannya waktu. Para penonton yang berasal dari dua wilayah berbeda, yakni warga Desa Kuncir dan tamu dari Kecamatan Gajah, mulai terlibat gesekan.
“Awalnya memang sudah dipisahkan, yang dari Kuncir di depan, tamu dari Gajah di belakang. Tapi semakin malam terjadi senggol-senggolan hingga berujung ricuh,” jelas Rusmanto.
Keributan pun tak terhindarkan. Musik dangdut yang tengah berlangsung terpaksa dihentikan karena situasi semakin memanas.
Melihat kondisi itu, sejumlah orang berusaha melerai, termasuk sang mempelai pria yang seharusnya menjadi pusat kebahagiaan malam itu.
Namun nahas, niat baiknya justru berujung petaka. Ia menjadi sasaran pukulan dari warga yang tidak mengenalinya.
“Karena yang dari Kuncir tidak tahu kalau itu mempelai pria, akhirnya ikut terkena pukulan. Akibatnya mengalami memar di bagian kepala,” ungkap Rusmanto.
Baca Juga: Innalillahi, Polisi Ungkap Kronologi Pekerja Tewas Tertimpa Bangunan di Kudus, Kepala Korban Pecah
Meski sempat terjadi kericuhan, situasi berhasil dikendalikan aparat yang sudah berjaga di lokasi. Diketahui, acara hiburan tersebut juga telah mengantongi izin dari kepolisian.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma, mengatakan permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Baca Juga: Fakta Baru dari Polisi! Pria Meninggal di Pecangaan Jepara Sempat Terjatuh di Jalan
“Kedua belah pihak sudah melakukan musyawarah dan sepakat berdamai,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa euforia hiburan dalam acara hajatan harus tetap dikendalikan agar tidak berujung kerugian, apalagi sampai mencederai tuan rumah sendiri.
M8/HMS

















