Jepara, Metro8.News – Kasus kematian seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Khoiriyah (54) di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, akhirnya mulai menemui titik terang.
Setelah sempat memicu keresahan publik dan muncul dugaan penyekapan, Polres Jepara memastikan bahwa penyebab kematian korban berdasarkan hasil forensik adalah akibat penyakit jantung.
Baca Juga: Tangis Pecah! 16 Tahun Disiksa Nasib di Yordania Tanpa Gaji, PMI Jepara Akhirnya Pulang
Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Oktavian Andika Saputra, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan meski hasil medis sudah keluar.
“Belum selesai semuanya dan masih pendalaman, penyebab kematian korban dari hasil forensik karena jantung,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news, Rabu (10/6/2026).
Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah meminta asistensi dari Polda Jawa Tengah serta menggelar perkara khusus untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara profesional dan transparan.
“Masih lidik, kita minta asistensi Polda dan gelar khusus,” tambahnya.
Meski hasil forensik menyatakan korban meninggal akibat sakit jantung, penyidik tidak langsung menghentikan proses. Pendalaman tetap dilakukan guna menjawab berbagai spekulasi yang sempat berkembang di masyarakat, termasuk isu dugaan penyekapan terhadap korban.
Sejauh ini, Satreskrim Polres Jepara telah memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan alat bukti, serta meminta keterangan dari berbagai ahli, termasuk tim forensik.
Khoiriyah diketahui ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah majikannya, JR (40), pada Sabtu, 8 November 2025. Peristiwa tersebut langsung menyedot perhatian warga dan menjadi perbincangan luas.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Seluruh proses kami lakukan berdasarkan alat bukti dan secara profesional,” tegasnya.
Hingga kini, publik masih menanti hasil akhir penyelidikan untuk memastikan apakah ada fakta lain di balik kematian korban atau murni karena kondisi kesehatan.
M8/UCP

















