Jepara, Metro8.News – Insiden dugaan penganiayaan terhadap anggota Linmas saat mengamankan hiburan dangdut di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, berbuntut panjang. Pemerintah desa langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh rekomendasi hiburan orkes malam hari.
Keputusan ini sontak menjadi perbincangan warga dan viral di media sosial.
Petinggi Desa Gemulung, H. Akhmad Santoso, menegaskan kebijakan tersebut diambil demi menjaga keamanan dan ketertiban pasca kejadian yang sempat memicu keresahan.
Baca Juga: Heboh! Tiyo Ardianto Diteror Usai Aksi Gejayan, Mobil Dipasangi Alat Pelacak Misterius
“Untuk sementara, tidak ada izin hiburan dangdut atau orkes pada malam hari. Kalau ada hajatan, hanya diperbolehkan siang hari dan sifatnya terbatas,” tegasnya kepada jurnalis Metro8.news, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, langkah ini bukan untuk mematikan tradisi hiburan masyarakat, melainkan upaya cepat mencegah kejadian serupa terulang.
“Keselamatan petugas dan kenyamanan warga adalah prioritas. Ini langkah antisipasi,” tambahnya.
Baca Juga: Breaking News! Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Ruko Pecangaan Jepara, Polisi Lakukan Penyelidikan
Keputusan tegas ini justru mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua BPD Gemulung, Agung Waluyo, menilai kebijakan tersebut sebagai respons cepat yang patut diapresiasi.
“Ini keputusan tepat dan terukur. Saat ada potensi gangguan keamanan, pemerintah desa harus hadir. Keselamatan warga harus diutamakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa hiburan masyarakat tetap bisa berjalan, namun harus memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban umum agar tidak memicu konflik.
Di sisi lain, Kapolsek Pecangaan AKP Bambang Suroyo saat dikonfirmasi Jurnalis Metro8.News mengaku pihaknya belum bisa memberikan keterangan lengkap terkait viralnya kebijakan tersebut.
“Belum klarifikasi dengan kepala desa, mas,” ujarnya singkat.
Diketahui, insiden dugaan pengeroyokan terhadap anggota Linmas beberapa hari lalu menjadi titik balik perhatian serius warga terhadap keamanan dalam setiap kegiatan hiburan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengamanan acara masyarakat tidak bisa dianggap sepele dan membutuhkan koordinasi semua pihak.
Dengan diberlakukannya penghentian sementara orkes malam, diharapkan suasana desa kembali kondusif tanpa gesekan sosial.
Pemerintah Desa Gemulung pun mengajak seluruh warga untuk mengedepankan musyawarah, menjaga kerukunan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai.
M8/AR

















