Semarang, Metro8.News – Dugaan seorang anggota DPRD Kota Semarang berada di sebuah tempat spa saat jam kerja menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Sosok yang disebut dalam berbagai unggahan adalah anggota Komisi B DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan berinisial YY.
Informasi yang beredar menyebutkan, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di sebuah tempat spa di kawasan Jalan Siliwangi, Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat.
Baca Juga: Kebakaran Oven Pengering Kayu Hebohkan Tahunan Jepara, Kerugian Capai Rp7 Juta
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, dugaan itu bermula ketika istri YY merasa curiga terhadap keberadaan suaminya yang sebelumnya berpamitan untuk bekerja. Bersama ibunya, ia kemudian mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaan sang suami.
Dalam narasi yang beredar di media sosial, istri YY disebut tengah mengandung dengan usia kehamilan sembilan bulan saat mendatangi lokasi tersebut.
Baca Juga: Innalillahi, Dua Pemuda Tewas Usai Motor PCX Adu Banteng dengan Truk Kontainer di Ngabul Jepara
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah akun Instagram @fraksikegelapan mengunggah narasi yang menyebut seorang anggota DPRD Kota Semarang berinisial YY diduga mendatangi spa yang diklaim menyediakan layanan plus-plus pada jam kerja.
Unggahan tersebut juga memuat klaim bahwa YY memberikan penjelasan kepada istrinya dengan mengatakan dirinya hanya melakukan pijat karena kelelahan dan membantah menggunakan layanan lain.
Meski demikian, seluruh informasi yang beredar tersebut masih berupa klaim dari akun media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui proses verifikasi independen.
Hingga kini belum terdapat keterangan resmi dari Yosi Yonardo maupun Badan Kehormatan DPRD Kota Semarang terkait dugaan tersebut.
Di media sosial, unggahan itu menuai beragam komentar dari warganet. Namun berbagai komentar tersebut merupakan opini pengguna media sosial yang belum dapat dijadikan dasar pembuktian atas dugaan yang beredar.
M8/INDR N













