Jepara, Metro8.News – Dugaan minyak goreng bantuan sosial (bansos) bermerek Kita yang mengeluarkan aroma menyerupai solar semakin meluas di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Setelah ribuan paket bantuan dikembalikan warga di Desa Plajan, kini Desa Slagi juga melaporkan adanya pengembalian minyak goreng dengan dugaan aroma serupa.
Hingga Selasa (30/6/2026) siang, pemerintah desa bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) masih terus melakukan pendataan terhadap minyak goreng yang dikembalikan warga. Jumlah pengembalian diperkirakan masih akan terus bertambah.
Di Desa Plajan, pengembalian berlangsung dalam jumlah besar. Sebanyak 1.706 bungkus bantuan yang berisi beras dan minyak goreng telah dikembalikan oleh warga dari sekitar 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Warga memilih mengembalikan paket tersebut karena minyak goreng yang diterima diduga mengeluarkan bau menyengat menyerupai solar sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk dikonsumsi.
Carik Desa Plajan, Solikin, mengatakan pemerintah desa hanya bertugas menerima kembali paket yang dikembalikan masyarakat, mendata jumlahnya, kemudian melaporkannya kepada pihak terkait.
Baca Juga: Hakim Tolak Eksepsi Sudewo, Sidang Kasus Korupsi Bupati Pati Nonaktif Berlanjut Dua Kali Sepekan
“Sebanyak 1.706 bungkus sudah dikembalikan. Semua kami laporkan beserta barang buktinya. Informasinya nanti akan diganti. Kami tidak mengetahui penyebabnya karena desa hanya menerima barang, barcode penerimaan, sedangkan tanda terima dibawa kembali oleh petugas,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi serupa mulai ditemukan di Desa Slagi. Carik Desa Slagi, Udin, mengatakan hingga pukul 12.20 WIB, proses pendataan masih berlangsung.
Baca Juga: Hakim Tolak Eksepsi Sudewo, Sidang Kasus Korupsi Bupati Pati Nonaktif Berlanjut Dua Kali Sepekan
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 64 bungkus minyak goreng telah dikembalikan warga. Namun angka tersebut belum final karena masih ada warga yang terus melaporkan pengembalian paket bantuan.
“Pencatatan masih berjalan sehingga jumlahnya kemungkinan masih akan bertambah,” katanya.
Menanggapi banyaknya laporan tersebut, TKSK Kecamatan Pakis Aji, Anis, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh operator desa agar setiap minyak goreng yang dikembalikan masyarakat segera didata.
Ia juga menyebut penyedia bantuan telah menyatakan kesiapannya untuk mengganti seluruh minyak goreng yang dikembalikan warga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan masing-masing operator desa. Apabila ada pengembalian minyak goreng, agar segera didata. Penyedia juga menyatakan siap mengganti seluruh minyak goreng yang dikembalikan masyarakat,” jelas Anis.
Pantauan di balai desa memperlihatkan tumpukan paket bantuan yang telah dikembalikan warga disimpan sebagai barang bukti sambil menunggu proses penggantian dari penyedia. Pemerintah desa bersama TKSK memastikan seluruh pengembalian akan dicatat agar hak para penerima bantuan tetap terpenuhi.
Kasus dugaan minyak goreng bansos berbau solar ini menjadi perhatian masyarakat karena muncul di lebih dari satu desa di Kecamatan Pakis Aji. Sebelumnya, sejumlah laporan serupa juga ramai diberitakan di berbagai daerah di Jawa Tengah, sehingga memunculkan penelusuran lebih lanjut mengenai kualitas produk yang disalurkan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab munculnya aroma menyerupai solar pada minyak goreng bantuan tersebut. Pihak penyalur bantuan, penyedia, maupun produsen masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi guna memastikan penyebab dugaan tersebut serta hasil pemeriksaan kualitas produk.
M8/AR

















