Jepara, Metro8.News – Tahunan FC keluar sebagai kampiun Petinggi Cup 2 setelah melewati drama menegangkan pada partai final melawan Bandengan FC di Lapangan Sepak Bola Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Minggu (9/8/2026) sore.
Pertandingan yang mempertemukan dua tim terbaik turnamen tersebut berlangsung sengit. Setelah pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, Tahunan FC akhirnya memastikan gelar juara dengan kemenangan 6-4 atas Bandengan FC.
Kemenangan itu langsung disambut luapan kegembiraan para pemain dan pendukung Tahunan FC. Trofi Petinggi Cup 2 pun diangkat bersama sebagai penanda keberhasilan mereka menutup turnamen dengan prestasi tertinggi.
Baca Juga: Motor Honda Revo Hantam Innova di Tanjakan Krasak Bangsri Jepara, Pengendara Patah Tulang
Bagi masyarakat Desa Tahunan, gelar tersebut memiliki makna lebih dari sekadar kemenangan di sebuah turnamen. Sebab, skuad Tahunan FC merupakan representasi pemuda dari berbagai wilayah di Desa Tahunan, termasuk Wonosari hingga Randusari.
Petinggi Desa Tahunan H. Muhadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, pemuda, masyarakat, serta seluruh elemen yang selama ini ikut mendukung perkembangan sepak bola di Desa Tahunan.
Hal tersebut disampaikan H. Muhadi dalam wawancara dengan jurnalis Metro8.News, Minggu (9/8/2026), setelah Tahunan FC memastikan diri sebagai juara Petinggi Cup 2.
Baca Juga: Ngeri! Pikap New Carry Terbakar Usai Tabrak Truk di Jalan Tayu-Jepara, Ini Penyebabnya
“Kami dari Pemerintah Desa Tahunan mengucapkan terima kasih kepada tim sepak bola Tahunan FC yang tergabung dari pemuda seluruh Desa Tahunan, mulai Wonosari sampai Randusari, atas prestasinya sebagai juara,” ujar Muhadi.
Bukan Sekadar Trofi, Ada Proses Panjang di Baliknya
Menurut Muhadi, keberhasilan Tahunan FC meraih juara tidak lahir secara tiba-tiba.
Ia menilai prestasi tersebut merupakan buah dari proses panjang pembinaan sepak bola di tingkat desa, dukungan para pelatih, serta keterlibatan masyarakat yang terus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang.
Antusiasme masyarakat bahkan terlihat langsung dalam partai final di Karanggondang. Warga yang memiliki ketertarikan terhadap sepak bola berbondong-bondong hadir memberikan dukungan kepada tim kebanggaan Desa Tahunan.
Muhadi menyebut dukungan tersebut turut membangun kekompakan dan keselarasan antara pemain dengan masyarakat.
Baca Juga: Miris! Anak di Bawah Umur Jadi Korban Open BO di Jepara, Eksploitasi Seksual Merambah Media Digital
“Warga yang hobi dengan sepak bola membludak di Karanggondang sehingga mendukung terciptanya kekompakan, keselarasan sehingga bisa menjadi juara di tahun ini,” katanya.
Muhadi Soroti Pentingnya Pemain Lokal
Di balik keberhasilan Tahunan FC, Muhadi juga menyoroti pentingnya pembinaan pemain lokal.
Menurut dia, prestasi sebuah tim desa akan sulit dicapai apabila tidak dibarengi dengan proses regenerasi pemain dari tingkat bawah.
Terlebih, dalam turnamen tersebut terdapat kesempatan bagi pemain lokal untuk menjadi bagian penting dalam skuad.
“Tidak mungkin bisa menjadi juara kalau pemain-pemain lokalnya tidak pemain yang terbaik. Jadi kalau tidak ada pemberdayaan dari tingkat bawah, SSB dan yang lainnya, mungkin tidak akan tercipta pemain lokal-lokal yang baik,” ujar Muhadi.
Karena itu, keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB) di Desa Tahunan dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak generasi pesepak bola lokal.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Jajanan di Pecangaan Jepara, Kerugian Capai Puluhan Juta
Muhadi mengatakan, pembinaan sepak bola di Desa Tahunan telah berjalan sejak lama. Dari proses tersebut, muncul kader-kader pemain yang kemudian dapat memperkuat tim desa dalam berbagai kompetisi.
Menurutnya, keberadaan SSB bukan hanya tentang mencetak pemain untuk sebuah pertandingan, tetapi juga membangun fondasi prestasi sepak bola desa dalam jangka panjang.
Dukungan SSB Jadi Fondasi Regenerasi
Muhadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola dan pelatih SSB yang selama ini ikut membina talenta muda di Desa Tahunan.
Ia berharap proses tersebut terus dilanjutkan sehingga semakin banyak pemain lokal berkualitas yang dapat memperkuat Tahunan FC pada masa mendatang.
“Kami juga berterima kasih kepada SSB yang ada di Desa Tahunan sejak dulu sampai hari ini bisa muncul kader-kader pemain lokal yang baik sehingga itu untuk menunjang prestasi-prestasi yang ada di Desa Tahunan,” ungkapnya.
Bagi Muhadi, kemenangan Tahunan FC di Petinggi Cup 2 menjadi bukti bahwa pembinaan dari tingkat desa mampu menghasilkan prestasi ketika dilakukan secara konsisten dan mendapat dukungan masyarakat.
Baca Juga: Geger! 123 Siswa-Guru Terdampak MBG Jepara, SPPG Bandengan 5 Dihentikan BGN
Tahunan FC Angkat Trofi, Masyarakat Ikut Berpesta
Drama final Petinggi Cup 2 akhirnya ditutup dengan kemenangan Tahunan FC melalui adu penalti 6-4.
Para pemain kemudian merayakan keberhasilan tersebut bersama pelatih, ofisial, dan pendukung. Trofi juara menjadi simbol dari perjuangan panjang yang mereka lalui sepanjang turnamen.
Muhadi pun berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti di Petinggi Cup 2.
Ia mendorong para pemain dan seluruh elemen sepak bola Desa Tahunan untuk menjadikan gelar tersebut sebagai motivasi menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
“Sekali lagi ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Tahunan FC atas kesuksesannya. Semoga akan menjadi juara di turnamen-turnamen yang akan digelar,” kata Muhadi.
Tahunan FC kini membawa pulang trofi Petinggi Cup 2 2026. Namun di balik kemenangan 6-4 atas Bandengan, ada cerita tentang pembinaan, pemain lokal, SSB, dukungan masyarakat, dan semangat pemuda Desa Tahunan yang bersatu melalui sepak bola.
M8/UCP

















