Jepara, Metro8.News – SPPG Guyangan 03 Jepara menjadi sorotan setelah tim investigasi organisasi lingkungan KAWALI mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti aduan warga terkait dugaan bau tak sedap yang disebut berasal dari limbah dapur tersebut.
Tim KAWALI mendatangi SPPG Guyangan 03 Jepara pada Rabu, 30 September 2026. Di lokasi, mereka ditemui oleh ahli gizi SPPG Guyangan 03.
Namun, tim KAWALI mengaku tidak diperkenankan melihat secara langsung instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang digunakan SPPG tersebut.
Kondisi tersebut disampaikan Adit Rochadi kepada jurnalis Metro8.news setelah timnya melakukan pengecekan di sekitar lokasi.
Menurut Adit, kedatangan KAWALI dilakukan setelah pihaknya menerima aduan dari warga yang tinggal di sekitar SPPG Guyangan 03 dan merasa terganggu dengan bau yang diduga berasal dari pengelolaan limbah.
“Kami melakukan investigasi setelah ada aduan dari warga sekitar yang merasa terganggu dan setiap hari bau tidak sedap karena limbah dari SPPG 3 Guyangan,” ujar Adit.
Ditemui Ahli Gizi SPPG
Adit mengatakan, saat tim KAWALI datang ke lokasi, pihaknya diterima oleh ahli gizi SPPG Guyangan 03.
KAWALI kemudian bermaksud melihat secara langsung sistem IPAL untuk mengetahui bagaimana pengolahan limbah dari aktivitas dapur SPPG tersebut.
Namun, menurut keterangan Adit, pihak SPPG Guyangan 03 tidak berkenan memberikan akses kepada tim KAWALI untuk melihat IPAL.
“Kami datang untuk melihat dan memastikan kondisi di lapangan, termasuk IPAL. Namun pihak SPPG tidak berkenan kalau tim KAWALI melihat IPAL,” jelasnya.
Meski tidak dapat melihat langsung instalasi IPAL, tim KAWALI mengaku tetap melakukan pengamatan terhadap kondisi di sekitar lokasi.
Tim KAWALI Klaim Mencium Bau Tak Sedap
Adit menyebut timnya merasakan adanya bau yang kurang sedap ketika berada di sekitar lokasi SPPG.
“Betul sekali, limbah dari SPPG Guyangan 3 menghasilkan bau kurang sedap,” ungkap Adit.
Hal senada disampaikan Rully Ardianto yang turut melakukan investigasi.
“Saya merasakan langsung bau yang muncul dari limbah SPPG Guyangan 03, walaupun tidak kategori menyengat,” ujar Rully.
Selain melakukan pengamatan, Rully mengatakan tim KAWALI juga mengambil sampel air buangan dari sekitar saluran pembuangan yang mereka periksa.
Sampel tersebut disebut akan menjadi bahan untuk mengetahui kondisi air buangan lebih lanjut.
Aduan Warga Jadi Dasar Investigasi
Adit menegaskan, investigasi KAWALI bukan dilakukan tanpa dasar. Pihaknya mengaku menerima laporan dari warga yang tinggal persis di sekitar SPPG Guyangan 03.
Identitas warga tersebut sengaja dirahasiakan.
“Pelapornya adalah warga yang tinggal persis di sebelah SPPG tersebut. Tentu namanya kami rahasiakan kecuali untuk instansi yang berwenang,” tegas Adit.
Adit juga menunjukkan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menurutnya berkaitan dengan aduan warga tersebut.
KAWALI Laporkan ke DLH Jepara
Persoalan tersebut kemudian dilaporkan KAWALI kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara.
Adit mengatakan laporan disampaikan pada Rabu (30/9/2026), setelah tim melakukan pengecekan ke SPPG Guyangan 03.
“Kemarin, Rabu, kami sudah melaporkan hal ini ke DLH agar menjadi pelajaran bagi SPPG lainnya di Kabupaten Jepara,” kata Adit saat dikonfirmasi Metro8.news melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2026).
Menurut KAWALI, pemeriksaan dari instansi berwenang diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari sistem pengolahan limbah di SPPG tersebut.
Dugaan pencemaran air maupun udara dalam persoalan ini belum dapat dinyatakan terbukti hanya berdasarkan bau yang dirasakan maupun pengamatan langsung. Kepastian mengenai kualitas limbah membutuhkan pemeriksaan serta hasil uji laboratorium dari pihak berwenang.
KAWALI Sebut Mitra SPPG Wartawan Senior
Dalam keterangannya, Adit juga menyampaikan informasi mengenai pihak yang disebut sebagai mitra SPPG Guyangan 03.
Adit mengklaim, berdasarkan penelusuran KAWALI, mitra SPPG tersebut merupakan seorang wartawan senior dari salah satu media besar di Jawa Tengah.
“Betul, hasil penelusuran dan info valid yang kami dapat, mitra SPPG ini adalah seorang wartawati senior dari media terbesar di Jawa Tengah,” pungkas Adit.
Metro8.news belum memperoleh konfirmasi dari pengelola SPPG Guyangan 03 terkait tidak diberikannya akses untuk melihat IPAL maupun mengenai keluhan bau dan sampel air buangan yang diambil KAWALI.
Sumber: Adit Rochadi
M8/UCP

















