Jepara, Metro8.News – Keluhan mengenai kondisi jalan rusak di wilayah Kawak–Ngipik, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, semakin ramai diperbincangkan di media sosial, Sabtu (29/8/26).
Sebuah unggahan Video di media Sosial yang menampilkan kondisi ruas jalan tersebut mendapat respons dari sejumlah warganet. Mereka mengaku mengetahui bahkan pernah menggunakan jalur tersebut dan mempertanyakan mengapa kerusakan jalan disebut sudah berlangsung lama tetapi belum juga mendapat penanganan yang tuntas.
Salah seorang netizen, Kisswhydie Adi, mengaku memilih menghindari jalan tersebut ketika mengantarkan anak sekolah ke Jepara.
“Saya menghindari jalan ini untuk nganter anak sekolah ke Jepara,” tulisnya dalam kolom komentar.
Komentar lain datang dari Muhammad Isa Arif yang menyebut dirinya baru saja melintasi lokasi tersebut.
“Tadi baru lewat situ,” tulisnya singkat.
Sementara itu, komentar Prasetya Edi justru menyoroti persoalan anggaran.
“Ge dandani opo? Danane dipangan mbg,” tulisnya.
Komentar tersebut menjadi bagian dari perbincangan warganet mengenai kondisi infrastruktur di wilayah tersebut. Namun, tudingan terkait penggunaan anggaran yang disampaikan dalam komentar tersebut merupakan pendapat pribadi netizen dan belum dapat dianggap sebagai fakta tanpa bukti serta konfirmasi dari pihak terkait.
Komentar lain bahkan mempertanyakan kondisi pemerintahan desa.
“Kawak ncen rak ono kepala desane…” tulis akun Tony Siomay.
Ada pula warganet yang mengaku heran karena kerusakan jalan tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama.
“Aku ya heran knpa jalan itu rusak lama tp gk ada pengaspalan,” tulis akun Granite.
Dalam komentarnya, ia juga mengaku mengingat bahwa ruas jalan tersebut pernah memiliki kondisi yang lebih baik. Ia menyebut pernah melihat jalan tersebut diaspal mulus di sekitar tikungan yang terdapat pohon bambu.
Ia bahkan mengaitkan ingatannya dengan keberadaan sebuah spanduk politik pada masa lalu. Namun, bagian tersebut merupakan ingatan dan pengalaman pribadi komentator, sehingga perlu dikonfirmasi lebih lanjut apabila hendak dikaitkan dengan riwayat pembangunan jalan.
Warga Butuh Kepastian
Ramainya komentar tersebut menunjukkan bahwa persoalan jalan Kawak–Ngipik bukan hanya menyangkut kondisi fisik jalan, tetapi juga menyentuh pertanyaan publik mengenai perawatan, kewenangan, dan rencana perbaikannya.
Kerusakan jalan yang berlangsung lama berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Pengendara, terutama pengguna sepeda motor, harus lebih berhati-hati ketika melewati bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Video yang beredar sebelumnya menunjukkan kondisi jalan yang tampak tidak rata dan rusak berlubang parah serta aspalnya tinggal dikit – dikit, Dokumentasi tersebut tercatat diambil pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 10.34 WIB, dengan lokasi yang tercantum di kawasan Jalan Raya Kawak–Mlonggo, Ngipik, Kawak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara.
Di tengah ramainya keluhan, publik tentu membutuhkan jawaban dari pemerintah.
Apakah ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, atau pihak lainnya? Apakah sudah pernah diusulkan untuk diperbaiki? Jika sudah, kapan realisasi perbaikannya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar polemik di media sosial tidak berhenti sebatas saling menyalahkan.
Sebab bagi masyarakat yang setiap hari melewati jalan tersebut, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan, tetapi kepastian kapan jalan yang rusak akan mendapatkan penanganan.
METRO8.NEWS masih membuka ruang konfirmasi kepada Pemerintah Desa Kawak dan instansi terkait mengenai kondisi serta status kewenangan ruas jalan tersebut.
Jalan rusak bertahun-tahun, warga sudah bersuara. Kini tinggal menunggu: kapan pemerintah bertindak?
M8/UCP

















