Kudus, Metro8.News – Aksi tawuran pelajar kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini terjadi di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Senin (4/5/2026), dan dipicu hal sepele: saling tantang di media sosial.
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB itu sempat membuat warga panik. Dalam video yang viral di berbagai platform, terlihat puluhan pelajar berseragam putih abu-abu konvoi menggunakan sepeda motor, sebagian dengan baju yang sudah dicorat-coret pilox.
Situasi memanas saat dua kelompok pelajar dari sekolah berbeda mendatangi siswa SMK Negeri 2 Kudus. Tanpa banyak bicara, bentrokan pun pecah di jalan.
Beberapa pelajar tampak saling pukul secara brutal. Bahkan dalam rekaman, terlihat seorang siswa tersungkur di jalan dan dikeroyok oleh sejumlah pelajar lain.
Baca Juga: Warga Pati Heboh! Mayat Pria Mengapung di Embung, Diduga Terkait Temuan Darah Sebelumnya
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa tawuran ini melibatkan tiga sekolah, yakni SMK Negeri 2 Kudus, SMK NU Ma’arif 2 Kudus, dan SMK Nusantara.
“Awalnya dari provokasi di media sosial, lalu terjadi aksi spontan. Beruntung cepat dilerai oleh anggota Polsek dibantu warga,” jelasnya.
Polisi bergerak cepat. Empat pelajar telah diamankan untuk dimintai keterangan. Selain itu, dua sepeda motor yang rusak turut diamankan sebagai barang bukti.
Baca Juga: Bau Busuk Bongkar Horor! Lansia Hilang Ditemukan Membusuk di Kubangan Lumpur
Akibat kejadian tersebut, satu pelajar mengalami luka lecet dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Kudus.
Seorang saksi mata, R (65), mengaku kaget saat melihat rombongan pelajar datang tiba-tiba sebelum akhirnya bentrok.
“Tiba-tiba ramai, datang dari barat, berhenti, lalu balik lagi, terus langsung berantem,” ungkapnya.
Ia menambahkan, para pelajar saling serang menggunakan tangan kosong, namun sebagian membawa benda seperti kayu dan bambu. Tidak terlihat adanya senjata tajam.
Pihak sekolah mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap kejadian. Kepala SMK Negeri 2 Kudus, Budi Susanto, mengatakan dirinya baru mengetahui insiden tersebut dari laporan grup WhatsApp.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian bersama sekolah, TNI, dan pemerintah setempat langsung menggelar rapat koordinasi guna mengantisipasi tawuran susulan, terutama menjelang pengumuman kelulusan.
Kapolres pun mengimbau orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak, khususnya di media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik.
Saat ini, situasi di wilayah Kudus dipastikan sudah kembali kondusif, namun penyelidikan masih terus berlangsung.
M8/ISK

















