Jepara, Metro8.News – Langkah konkret kembali ditunjukkan oleh Witiarso Utomo saat melanjutkan program “Bupati Ngantor di Desa” di Kecamatan Pakisaji, Selasa (12/5/2026). Kunjungan ke Desa Tanjung dan Desa Slagi ini tak sekadar seremonial, tapi langsung menyasar penguatan ekonomi warga hingga pengembangan wisata desa berbasis potensi lokal.
Didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Kapolres Jepara Hadi Kristanto, Dandim 0719/Jepara Ranna Hidfitriyadi, serta Sekda Ary Bachtiar, agenda ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan desa kini jadi prioritas utama.
Gula Aren Tanjung Disulap Jadi “Emas Manis” Bernilai Tinggi
Di Desa Tanjung, momen penting terjadi saat Bupati meresmikan Rumah Produksi Gula Aren Tanjung. Produk lokal ini disebutnya sebagai “emas manis” yang berpotensi besar mendongkrak ekonomi warga.
Baca Juga: Misi Kemanusiaan Polres Jepara: 11 Nelayan Korban Kapal Tenggelam Berhasil Diselamatkan
“Di sini pohon aren melimpah. Laki-laki memanen, perempuan mengolah. Hasilnya luar biasa dan punya nilai jual tinggi,” ujar Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati.
Data yang diterima menunjukkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Melati saat ini mampu memproduksi sekitar 50 kwintal gula aren per hari. Angka ini ditargetkan melonjak drastis hingga 300 kwintal per hari dengan dukungan alat panen dan produksi dari pemerintah daerah.
Tak main-main, Pemkab Jepara juga menyiapkan bantuan sarana dan prasarana untuk mempercepat peningkatan kapasitas produksi sekaligus kesejahteraan petani aren.
Desa Slagi Disiapkan Jadi Magnet Wisata Baru
Setelah dari Tanjung, rombongan bergerak ke Desa Slagi. Di sini, fokus bergeser ke pengembangan wisata berbasis potensi lokal, khususnya kawasan Pandan Arum yang mulai dilirik sebagai destinasi unggulan.
Dalam dialog bersama masyarakat dan perangkat desa, Bupati menegaskan pentingnya membangun ekosistem wisata yang terintegrasi dengan ekonomi warga.
“Saya ingin kawasan ini jadi sentra wisata sekaligus pusat ekonomi. Ada Sekolah Rakyat dan KDKMP, ini peluang besar untuk tumbuh bersama,” tegasnya.
Ia bahkan langsung menginstruksikan pihak kecamatan untuk mengkaji dan merancang paket wisata yang menarik, agar kawasan tersebut punya daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dorong Wisata Lokal, Warga Jepara Diajak “Liburan di Rumah Sendiri”
Program ini tak hanya soal pembangunan fisik, tapi juga mengubah pola pikir masyarakat. Bupati mengajak warga Jepara untuk mulai menjelajahi potensi wisata di daerahnya sendiri, termasuk kawasan Pandan Arum di Pakisaji.
Langkah ini dinilai strategis untuk memutar roda ekonomi lokal tanpa harus bergantung pada wisata luar daerah.
Dengan kombinasi antara penguatan UMKM seperti gula aren dan pengembangan destinasi wisata desa, program “Bupati Ngantor di Desa” kini mulai menunjukkan dampak nyata.
Jika target tercapai, bukan tidak mungkin Pakisaji akan menjelma jadi pusat ekonomi baru berbasis desa di Jepara.
M8/HMS

















