Jepara, Metro8.News – Pemerintah Kabupaten Jepara mulai menyiapkan langkah besar untuk mengangkat sektor pariwisata dan budaya ke level yang lebih modern. Kali ini, Pemkab Jepara menggandeng Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Penelitian GEOLIVE untuk mengembangkan wisata dan pelestarian budaya berbasis teknologi.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi di Ruang Kerja Bupati Jepara pada Jumat (8/5/2026). Dalam pertemuan itu, Pemkab Jepara diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Perwakilan Tim Penelitian GEOLIVE UGM, Prof Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Persijap Jepara Hajar Persita 3-0, Laskar Kalinyamat Jauh dari Zona Degradasi
“Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pembangunan wilayah berbasis teknologi, budaya, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut juga menjadi kelanjutan sinergi yang telah terjalin sejak tahun 2025. Fokus utama program diarahkan pada pengembangan wilayah berbasis pendekatan geospasial, inovasi teknologi, penataan lanskap, hingga pelestarian budaya lokal.
GEOLIVE sendiri merupakan kelompok penelitian multidisiplin di bawah Fakultas Teknik UGM yang bergerak di bidang pengembangan geospasial, rekayasa infrastruktur, dan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2026, terdapat dua program strategis yang akan dijalankan di Jepara.
Baca Juga: Polisi Ungkap Detik-detik Penusukan Pedagang Es Degan di Mayong Jepara, Pelaku Diburu
Program pertama yakni penyusunan masterplan pengembangan kawasan wisata Pantai Bandengan. Kawasan tersebut akan dirancang menjadi destinasi wisata terpadu berbasis alam, budaya, dan wisata bahari petualangan.
Dokumen perencanaan nantinya disusun menggunakan pendekatan ilmiah dan analisis spasial. Mulai dari pemetaan potensi kawasan, daya dukung lingkungan, konektivitas infrastruktur, hingga skenario pengembangan wisata berkelanjutan.
Tim GEOLIVE juga akan menerapkan analisis geospasial, pemodelan lanskap, serta integrasi konsep eco-tourism dan coastal tourism planning guna meningkatkan daya saing Pantai Bandengan sebagai destinasi unggulan di Jepara.
Baca Juga: Jepara Mencekam! Pria Diduga Mabuk Bacok Dua Warga dalam Satu Malam, Polisi Buru Pelaku
Sementara program kedua difokuskan pada pengembangan model tiga dimensi interaktif Museum R.A. Kartini Jepara sebagai platform digitalisasi warisan budaya berbasis teknologi.
Ketua Tim GEOLIVE, Bilal Ma’ruf mengatakan teknologi pemodelan tiga dimensi, visualisasi interaktif, dan digital twin diharapkan mampu menghadirkan representasi budaya yang lebih modern dan mudah diakses masyarakat.
“Selain menjadi media edukasi dan promosi wisata, platform digital ini diharapkan memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah dan warisan budaya Jepara,” katanya.
Di sisi lain, Sekda Jepara Ary Bachtiar mengungkapkan pemerintah daerah juga tengah menyiapkan penataan ulang Museum Kartini agar menyerupai kediaman asli R.A. Kartini pada masa lampau.
Penataan itu mencakup pengembalian fungsi sejumlah area bersejarah, seperti tempat membatik hingga lapangan tenis yang dulu menjadi bagian dari lingkungan kediaman Kartini.
Langkah kolaborasi antara UGM dan Pemkab Jepara ini diharapkan mampu menjadi dorongan baru bagi sektor pariwisata Jepara agar lebih modern, edukatif, sekaligus tetap menjaga nilai budaya lokal.
M8/UCP

















