Jepara, Metro8.News – Momentum Hari Lahir Pancasila kembali menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa: apakah nilai-nilai dasar negara ini masih hidup dalam praktik, atau hanya berhenti sebagai slogan seremonial? Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari polarisasi sosial hingga krisis kepercayaan publik terhadap institusi, suara tegas datang dari Wakil Ketua DPRD Jepara, Drs. H. Junarso.
Hal ini disampaikan Drs. H. Junarso kepada jurnalis Metro8.News, Senin (1 Juni 2026), dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya diperingati setiap tahun, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Pancasila bukan sekadar teks yang dihafal, tapi nilai yang harus dihidupi. Kalau hari ini kita masih melihat ketimpangan, intoleransi, dan ketidakadilan, berarti kita belum sepenuhnya mengamalkan Pancasila,” tegas Junarso.
Baca Juga: Momentum Harkitnas 2026, Junarso Tegaskan: Ekonomi Rakyat Harus Bangkit, UMKM Jadi Andalan
Sebagai Wakil Ketua DPRD Jepara sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jepara, Junarso menilai bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau politik, tetapi juga krisis nilai yang mulai menggerus sendi-sendi kehidupan berbangsa.
Menurutnya, semangat gotong royong yang menjadi ruh Pancasila perlahan mulai terkikis oleh kepentingan kelompok dan ego sektoral. Kondisi ini, jika dibiarkan, berpotensi melemahkan persatuan nasional.
“Kalau kita terus terjebak pada konflik kepentingan, maka Pancasila hanya akan jadi simbol kosong. Ini yang harus kita lawan bersama,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, partai politik, maupun masyarakat sipil, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga eksistensi Pancasila. Tidak cukup hanya menggelar upacara atau seremoni tahunan, tetapi harus ada langkah konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam konteks daerah, Junarso mengajak masyarakat Jepara untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama. Ia berharap Jepara bisa menjadi contoh daerah yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata.
“Jepara harus menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya slogan. Harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari, dalam kebijakan, dan dalam cara kita memperlakukan sesama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ideologi bangsa. Di era digital seperti sekarang, menurutnya, arus informasi yang begitu deras bisa menjadi ancaman jika tidak diimbangi dengan pemahaman ideologi yang kuat.
Baca Juga: Pengobatan Gratis PDIP Jepara Diserbu Warga Desa Watuaji, Cek Asam Urat hingga Kolesterol
“Generasi muda harus dibekali nilai Pancasila sejak dini. Kalau tidak, mereka bisa dengan mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” katanya.
Ia pun mendorong adanya penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai kebangsaan.
Di sisi lain, Junarso menekankan pentingnya keteladanan dari para pemimpin. Ia menilai bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dan tidak mudah percaya pada janji-janji tanpa bukti nyata.
“Pemimpin harus memberi contoh. Tidak cukup hanya bicara Pancasila, tapi harus menunjukkan dalam tindakan. Kejujuran, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat kecil itu adalah wujud nyata Pancasila,” tegasnya.
Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini, lanjutnya, harus menjadi titik balik untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar memperingati, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diterapkan.
“Ini bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah panggilan untuk kembali ke jati diri bangsa,” pungkasnya.
Di tengah derasnya arus perubahan global dan dinamika sosial yang terus berkembang, pesan Junarso menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak akan pernah kehilangan relevansinya. Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa benar-benar berkomitmen untuk menghidupkannya dalam tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.
M8/UCP

















