Jepara, Metro8.News – Kebakaran menghanguskan sebuah home industri handcraft di Desa Wonorejo RT 04/RW 01, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026) malam. Kobaran api dilaporkan mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 19.15 WIB. Tim Damkar kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.29 WIB.
Berdasarkan laporan petugas, kebakaran diduga dipicu konsleting listrik. Api kemudian membakar area home industri handcraft dengan luas sekitar 30 x 20 meter persegi.
Petugas Damkar Jepara mengerahkan kekuatan cukup besar untuk menjinakkan kobaran api. Sedikitnya lima unit armada diterjunkan, terdiri dari tiga unit dari Mako 113, satu unit Pos Bangsri, dan satu unit dari Kotajati.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 21.17 WIB. Setelah dilakukan penanganan, api berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman.
Api Diduga Berasal dari Konsleting Listrik
Berdasarkan keterangan dalam laporan kejadian, sumber api disebut berasal dari konsleting listrik.
Namun, terkait penyebab pasti maupun titik awal munculnya api, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi secara menyeluruh.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Petugas Damkar yang menerima laporan langsung melakukan penanganan untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news, pihak Damkar Jepara membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut sekaligus membeberkan kronologi penanganannya.
Kerugian Capai Ratusan Juta
Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan laporan awal, nilai kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp400 juta.
Meski demikian, nilai tersebut masih merupakan taksiran awal dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan terhadap seluruh bagian bangunan, peralatan, bahan produksi, serta barang yang terdampak kebakaran.
Pemilik atau pemohon dalam laporan kejadian tercatat bernama M. Muchlisin, warga Desa Ujungbatu, Jepara.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha, khususnya home industri, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi kelistrikan.
Pemeriksaan rutin terhadap kabel, sambungan listrik, stop kontak, serta peralatan yang menggunakan daya besar penting dilakukan guna meminimalkan risiko terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.
M8/UCP

















