Jepara, Metro8.News – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Jepara–Keling, tepatnya di depan minimarket Kirana, Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jumat malam (9/10/2026). Dua orang meninggal dunia setelah dua sepeda motor terlibat tabrakan adu banteng.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 22.20 WIB. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi K 3451 BQC dan Honda Supra berwarna hitam tanpa pelat nomor.
Berdasarkan laporan Polsek Bangsri, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario yang melaju dari arah Jepara berusaha mendahului sebuah truk berwarna merah di depannya.
Namun, saat manuver mendahului dilakukan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Supra. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan tersebut mengakibatkan empat orang yang berada di kedua sepeda motor menjadi korban. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Dua Korban Meninggal Dunia
Dua korban meninggal dunia masing-masing adalah MRF (21), warga Desa Gelang, Kecamatan Keling, yang berboncengan menggunakan Honda Vario, serta M F A(17), pelajar asal Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, yang berboncengan menggunakan Honda Supra.
Sementara itu, Moh. Dika Nurlatif (19), warga Desa Gelang, Kecamatan Keling, mengalami luka robek pada bagian pelipis.
Adapun Ahmad Reegen Alvitonang (24), warga Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, mengalami luka-luka dan dirujuk ke RSUD R.A. Kartini Jepara untuk mendapatkan penanganan medis.
Keempat korban merupakan warga Kabupaten Jepara.
Kapolsek Bangsri Benarkan Kecelakaan
Kapolsek Bangsri AKP Budianto saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.News membenarkan peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang tersebut.
Berdasarkan keterangan dalam laporan kepolisian, Honda Vario melaju dari arah Jepara. Sesampainya di depan minimarket Kirana, Desa Wedelan, pengendara berusaha mendahului truk yang berada di depannya.
Pada saat bersamaan, Honda Supra melaju dari arah berlawanan. Jarak yang terlalu dekat menyebabkan kedua sepeda motor bertabrakan.
Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia dan kedua sepeda motor mengalami kerusakan.
Polisi Datangi Lokasi dan Evakuasi Korban
Setelah menerima informasi kejadian, petugas melakukan sejumlah tindakan, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), menolong korban, hingga membawa korban ke Puskesmas Bangsri.
Polsek Bangsri juga membuat laporan dan meneruskan informasi kejadian kepada petugas piket kecelakaan lalu lintas Polres Jepara untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam laporan kepolisian, tiga orang tercatat sebagai saksi, yakni Muharam (50), Sudarta (55), dan Danang Aris Suwardi (45). Ketiganya merupakan warga di wilayah Kecamatan Bangsri.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan kerugian materiil berupa kerusakan pada dua unit sepeda motor.
Kasat Lantas Jepara Ingatkan Pengendara Lebih Waspada
Menyikapi pentingnya keselamatan di jalan raya, Kasat Lantas Polres Jepara AKP Royke mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas.
Pengendara diingatkan untuk memastikan kondisi jalan dan situasi arus lalu lintas sebelum mendahului kendaraan lain. Manuver mendahului hanya boleh dilakukan ketika situasi benar-benar aman, dengan memperhatikan jarak pandang serta keberadaan kendaraan dari arah berlawanan.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan helm berstandar SNI, menjaga kecepatan kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara.
Keselamatan harus menjadi prioritas setiap pengguna jalan. Pengendara hendaknya tidak memaksakan diri melakukan manuver berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kecelakaan maut di Desa Wedelan ini menjadi pengingat bahwa kelalaian atau kesalahan dalam mengambil keputusan saat berkendara dapat berakibat fatal.
Masyarakat diharapkan semakin disiplin dan waspada ketika melintas di jalan raya, terutama saat hendak mendahului kendaraan di jalur yang masih dilalui kendaraan dari arah berlawanan.
Dua nyawa melayang dalam kecelakaan tersebut. Keselamatan bukan sekadar soal sampai tujuan, melainkan memastikan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya tetap selamat.
M8/UCP

















