Jepara, Metro8.News – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, geliat pasar hewan di Kabupaten Jepara mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Sapi kini menjadi primadona hewan kurban, menggeser dominasi kambing seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat.
Di Pasar Hewan Bangsri, aktivitas jual beli tampak ramai sejak pagi. Para pedagang dan pembeli berdatangan untuk berburu hewan kurban dengan kualitas terbaik. Tren tahun ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih sapi, meskipun harganya mengalami kenaikan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Jepara, Aprilia Elisiawati, mengungkapkan bahwa harga sapi dengan bobot di atas lima kuintal mengalami kenaikan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor.
Baca Juga: Teror Molotov Tengah Malam di Kudus, Rumah Petani Diserang Saat Warga Terlelap
“Untuk tahun ini pembelinya banyak sapi dan harganya cenderung naik dibanding kambing. Harga sapi sekarang sekitar Rp16 juta sampai Rp28 juta tergantung ukuran dan bobotnya,” jelasnya, Jumat (22/5/2026).
Tak hanya soal harga, faktor kesehatan hewan juga menjadi perhatian utama. DKPP Jepara memastikan seluruh hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. Pemeriksaan rutin telah dilakukan di sejumlah pasar hewan, termasuk Pasar Legi Keling dan Bangsri.
Sebagai langkah antisipasi, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di area pasar guna mencegah penyebaran penyakit.
Sementara itu, salah satu pedagang sapi, Diron, mengaku permintaan sapi meningkat tajam dibanding hari biasa. Bahkan, pengiriman sapi ke luar daerah seperti Jabodetabek dan Bandung terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: Kasus BPR Jepara Artha Meledak di Sidang, Kuasa Hukum Singgung Nama-Nama Baru
“Selama musim kurban ini sudah kirim sekitar 200 sampai 300 ekor sapi ke luar kota,” ungkapnya.
Lonjakan permintaan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga mendekati hari H Iduladha, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berkurban.
M8/KMP

















