Jepara, Metro8.News – Mayat Tanpa Kepala Jepara, Warga pesisir Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa kepala yang mengapung di kawasan bakau Pulau Kembar, Kamis (7/5/2026). Kondisi jasad yang sudah rusak parah membuat proses identifikasi korban hingga kini masih mengalami kesulitan.
Penemuan Mayat Tanpa Kepala tersebut pertama kali diketahui oleh dua nelayan asal Desa Parang saat tengah mencari ikan di perairan sekitar Pulau Kembar menggunakan kapal Jaya Abadi. Kedua nelayan itu diketahui bernama Sukip (63) dan Suprapto (57), warga RT 01/RW 01 Desa Parang.
Saat melintas di kawasan pesisir bakau, keduanya mendadak melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan air. Setelah didekati, mereka terkejut karena benda tersebut ternyata sesosok mayat manusia dengan kondisi mengenaskan.
Baca Juga: Jokowi Digugat Lagi soal Ijazah, Alumni UGM Minta Datang ke Sidang dan Tunjukkan Dokumen Asli
Karena panik, kedua nelayan itu segera kembali dan melaporkan penemuan tersebut kepada perangkat Desa Parang. Informasi itu kemudian dengan cepat menyebar ke warga sekitar dan memicu perhatian masyarakat setempat.
Petinggi Desa Parang, Muh Zaenal Arifin, mengatakan pihak desa bersama warga langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari nelayan. Proses evakuasi dilakukan bersama perangkat desa, modin, dan sejumlah warga.
“Begitu mendapat laporan dari nelayan, kami bersama perangkat desa, modin, dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan evakuasi. Kondisi jasad saat ditemukan memang sudah rusak parah,” ujar Zaenal.
Ia mengungkapkan, jenazah tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek warna hitam serta celana dalam berwarna biru.
Namun kondisi tubuh korban disebut sudah mengalami kerusakan berat. Bagian kepala tidak ditemukan, sementara sejumlah anggota tubuh lainnya juga mengalami kerusakan cukup parah.
“Kondisi jenazah sudah mengalami kerusakan berat. Bagian kepala tidak ditemukan, sementara sejumlah bagian tubuh lain, termasuk jari tangan kanan dan kiri, juga mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Baca Juga: Hamil, Dipaksa Menikah lalu Diceraikan: Kisah Pilu Santriwati Korban Kiai Cabul Pati
Hingga saat ini identitas korban masih misterius. Belum diketahui apakah korban merupakan warga Karimunjawa, nelayan luar daerah, atau korban kecelakaan laut yang hanyut terbawa arus.
Pemerintah Desa Parang kini mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga ataupun mengenali ciri-ciri korban agar segera melapor kepada pihak desa maupun aparat berwenang.
“Kami berharap apabila ada warga yang mengenali ciri-ciri korban bisa segera menghubungi Pemerintah Desa Parang,” imbuh Zaenal.
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dimakamkan di daratan Pulau Kembar sekitar pukul 13.15 WIB. Pemakaman dilakukan karena kondisi jasad yang sudah membusuk dan sulit untuk disimpan lebih lama.
Penemuan Mayat Tanpa Kepala Jepara ini sontak menjadi perbincangan warga Karimunjawa.
Banyak warga berharap identitas korban segera terungkap agar keluarga korban dapat mengetahui nasib anggota keluarganya yang hilang.
Sementara itu Kasus Mayat Tanpa Kepala Jepara kini masih ditangani aparat dan identitas korban belum diketahui., warga sekitar juga diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait penemuan mayat misterius tersebut.
M8/HMS

















