Jepara, Metro8.News – Warga Perumahan Sengonbugel Asri (SBA), Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan lanjut usia dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (30/9/2026) malam.
Korban diketahui bernama ES binti Purwo Wiyoto, 67 tahun. Ia ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Perumahan Sengonbugel Asri (SBA), RT 01/RW 03, Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Jepara.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ketika keluarga korban datang untuk menjenguk.
Kapolsek Mayong AKP Sucipto, saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news, membenarkan adanya penemuan warga meninggal dunia tersebut.
Keluarga Datang Menjenguk, Cium Bau Tak Sedap
Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga korban datang ke rumah tersebut karena sudah cukup lama tidak mendapatkan komunikasi dari korban.
Saat tiba di lokasi, pagar rumah dalam kondisi terkunci dari dalam. Keluarga kemudian mencium bau tidak sedap dari arah rumah.
Salah satu anggota keluarga bersama keponakannya kemudian berinisiatif mengecek kondisi rumah dengan masuk melalui pagar.
Setelah berhasil masuk, mereka menemukan korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi meninggal dunia.
Kondisi pintu utama rumah disebut tidak terkunci karena mengalami kerusakan akibat dimakan rayap.
Penemuan tersebut kemudian disampaikan kepada warga sekitar dan dilaporkan ke Polsek Mayong.
Sudah Lama Tinggal Sendiri
Korban diketahui selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Keluarga menyebut korban sebelumnya pernah mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang berkaitan dengan asam urat.
Salah satu saksi, yang merupakan putri kandung korban, terakhir berkomunikasi dengan korban melalui pesan WhatsApp pada 6 Juni 2026. Saat itu pesan yang dikirim tidak mendapatkan jawaban.
Setelah komunikasi tersebut, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar dari korban.
Sementara itu, saksi lainnya yang merupakan anak menantu korban terakhir bertemu dengan korban pada Mei 2026. Saat itu korban sempat meminta diantar untuk mengurus keperluan pensiunan.
Dokter Perkirakan Meninggal 2–3 Minggu
Petugas medis dari Puskesmas Mayong 2 kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jenazah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Dokter Dovi Pratama, ditemukan korban berjenis kelamin perempuan mengenakan daster berwarna oranye dalam posisi tengkurap.
Dokter juga menemukan kondisi jenazah telah mengalami proses pembusukan. Bagian kepala mengalami pembusukan dan terdapat aktivitas serangga, sementara kondisi wajah sudah tidak dapat dikenali.
Pemeriksaan juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.
Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 2–3 minggu sebelum ditemukan. Dokter memperkirakan kematian berkaitan dengan gangguan jantung.
Keterangan tersebut merupakan hasil pemeriksaan medis di lokasi dan menjadi bagian dari laporan kepolisian.
Keluarga Tolak Autopsi
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan telah menerima kepergian korban.
Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Peristiwa ini kemudian ditangani oleh pihak kepolisian bersama keluarga dan pihak medis.
Polisi Imbau Warga Peduli Lingkungan
Kapolsek Mayong AKP Sucipto melalui anggotanya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Terlebih bagi warga yang tinggal seorang diri, komunikasi antara tetangga dan keluarga dinilai penting agar kondisi mereka tetap terpantau.
Penemuan lansia meninggal dunia di Perumahan SBA Sengonbugel ini menjadi perhatian warga sekaligus pengingat pentingnya menjaga komunikasi, baik antaranggota keluarga maupun dengan tetangga di lingkungan tempat tinggal.
M8/UCP

















