Jepara, Metro8.News – Peristiwa seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk di sebuah rumah kos di Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, sempat membuat penghuni dan warga sekitar panik. Pria tersebut bahkan menendangi sepeda motor yang terparkir dalam kondisi tanpa busana.
Kapolsek Kalinyamatan, Iptu Hery Sutanto, saat dikonfirmasi jurnalis Metro8.news pada Selasa (30/6/2026), membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia juga membeberkan kronologi lengkap penanganan yang dilakukan anggotanya.
Peristiwa bermula pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Kost Griya Tentrem milik Sutiyono, Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara.
Saat itu, salah seorang saksi melihat seorang pria yang diduga ODGJ mengamuk sambil menendangi sejumlah sepeda motor yang terparkir. Kondisi pria tersebut saat itu tanpa mengenakan pakaian.
Melihat kejadian tersebut, saksi segera melaporkan kepada Sutiyono selaku pemilik kos. Selanjutnya, sekitar pukul 00.15 WIB, Senin (29/6/2026), laporan diteruskan ke Polsek Kalinyamatan.
Mendapat laporan, dua personel Polsek Kalinyamatan, yakni Aipda Dedi Iskandar selaku Bhabinkamtibmas Desa Pendosawalan bersama Aipda Agus Salim langsung mendatangi lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas berupaya melakukan pendekatan secara persuasif dan negosiasi agar pria tersebut bersedia diamankan tanpa kekerasan.
Namun, pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu justru melakukan perlawanan terhadap petugas. Dalam proses pengamanan, yang bersangkutan sempat terjatuh.
Petugas kemudian berencana membawa pria tersebut ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis. Sebelum diberangkatkan, petugas meminta yang bersangkutan mengenakan pakaian terlebih dahulu.
Akan tetapi, saat hendak dimasukkan ke mobil patroli backbone milik Polsek Kalinyamatan, pria tersebut tiba-tiba melarikan diri sehingga proses evakuasi tidak dapat dilanjutkan.
Peristiwa belum berakhir. Pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, pria tersebut kembali lagi ke Kost Griya Tentrem dalam kondisi linglung.
Tak lama kemudian, ibu dari pria tersebut datang ke lokasi. Warga bersama Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Pendosawalan, dan pihak keluarga kemudian melakukan mediasi untuk mencari solusi terbaik.
“Dalam mediasi tersebut, pihak kepolisian dan warga menyarankan agar yang bersangkutan segera mendapatkan penanganan medis. Namun, ibu terduga ODGJ menolak untuk membawa anaknya berobat,” ungkap Iptu Hery Sutanto.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada aparat apabila menemukan orang dengan gangguan kejiwaan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara cepat, humanis, dan melibatkan keluarga serta tenaga kesehatan agar situasi tetap aman dan kondusif.
M8/UCP

















