Jepara, Metro8.News – Kabar yang selama beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan akhirnya terkonfirmasi. PT Samwon Busana Indonesia Unit Jepara dipastikan menghentikan operasionalnya secara permanen mulai 1 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil langsung oleh manajemen pusat perusahaan di Korea Selatan setelah pabrik di Jepara mengalami tekanan bisnis berkepanjangan.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja (DiskopUKMnakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, AP., M.Si., saat berbincang dengan jurnalis Metro8.news, Senin (20/7/2026).
Menurut Zamroni, keputusan penutupan bukan terjadi secara tiba-tiba. Manajemen PT Samwon bersama jajaran dari kantor pusat (Head Quarter/HQ) Korea Selatan telah menemui pemerintah daerah pada pertengahan Juni 2026 untuk menyampaikan kondisi perusahaan.
“Mereka menjelaskan bahwa selama kurang lebih lima tahun terakhir kondisi keuangan perusahaan di Jepara terus mengalami kerugian,” ungkap Zamroni.
Ia mengatakan, selain terus merugi, perusahaan juga menghadapi persoalan produktivitas yang menurun. Target produksi maupun pengiriman barang kepada pembeli kerap tidak tercapai sehingga berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
“Kondisi itulah yang akhirnya membuat manajemen pusat di Korea Selatan memutuskan operasional pabrik di Jepara dihentikan,” jelasnya.
Kesulitan Mendapat Buyer Baru
Zamroni mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan juga menyampaikan bahwa mereka mengalami kesulitan mendapatkan buyer baru. Di sisi lain, produktivitas pabrik terus mengalami penurunan sehingga beban operasional tidak lagi sebanding dengan pendapatan perusahaan.
“Alasan yang mereka sampaikan kepada kami karena kesulitan mendapatkan buyer baru, produktivitas kurang baik, dan laporan keuangan perusahaan selalu merugi,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi dasar utama manajemen pusat mengambil keputusan menutup unit usaha di Kabupaten Jepara.
Bukan Dipindah ke Daerah Lain atau Luar Negeri
Isu yang menyebut penutupan pabrik dilakukan karena relokasi ke daerah lain maupun ke luar negeri dibantah oleh pihak perusahaan.
Zamroni mengaku telah menanyakan langsung kemungkinan relokasi tersebut kepada manajemen.
“Saya sempat bertanya apakah setelah tutup di Jepara akan pindah ke daerah lain atau ke luar negeri seperti Vietnam. Mereka menyampaikan tidak. Sampai saat ini belum ada rencana relokasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, operasional PT Samwon yang berada di Semarang hingga kini masih tetap berjalan.
Pabrik Samwon Dikabarkan Ditawarkan untuk Dijual
Selain mengalami kerugian, perusahaan juga disebut memiliki kewajiban pinjaman yang telah jatuh tempo di salah satu bank di Korea Selatan.
Akibat kondisi tersebut, aset pabrik yang berada di Jepara dikabarkan telah ditawarkan kepada calon investor untuk dijual.
“Mereka juga menyampaikan bahwa pinjaman di bank Korea sudah jatuh tempo dan aset pabrik di Jepara ditawarkan untuk dijual,” tutur Zamroni.
Dari Ribuan Buruh Kini Tersisa Sekitar 670 Orang
PT Samwon Busana Indonesia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu perusahaan garmen yang menyerap ribuan tenaga kerja di Kabupaten Jepara.
Namun dalam beberapa tahun terakhir jumlah pekerja terus menyusut akibat kebijakan efisiensi perusahaan.
Menurut data yang diterima pemerintah daerah, jumlah karyawan yang sebelumnya diperkirakan mencapai 1.500 hingga 2.000 orang, kini hanya tersisa sekitar 670 pekerja.
Sebelumnya perusahaan juga telah melakukan efisiensi dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 120 karyawan. Namun langkah tersebut belum mampu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.
Dengan keputusan penutupan permanen mulai 1 Agustus 2026, ratusan pekerja yang masih bertahan dipastikan terdampak. Pemerintah Kabupaten Jepara melalui DiskopUKMnakertrans menyatakan akan terus mengawal penyelesaian hak-hak pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
M8/UCP

















