Pekalongan, Metro8.News – Dugaan kasus pencabulan yang menyeret seorang pengasuh padepokan di Kabupaten Pekalongan menggemparkan publik. Seorang pria bernama Abdul Halim, yang dikenal sebagai pengasuh Padepokan Padang Ati di wilayah Simbang Kulon, Buaran, kini telah diamankan dan dibawa ke Polresta Pekalongan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan luas setelah muncul dugaan jumlah korban yang tidak sedikit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diperkirakan mencapai sekitar 25 santriwati, meski hingga kini baru tujuh orang yang berani angkat bicara.
“Korban diperkirakan ada sekitar 25 orang, sementara yang sudah speak up baru tujuh orang,” ungkap Adiboy Alwahidi kepada jurnalis Metro8.news, Selasa (27/5/2026).
Baca Juga: Viral! Sound Horeg Takbir Keliling di Jepara Bikin Rumah Hancur, Polisi Buka Suara
Terungkap dari Dugaan Kehamilan Santriwati
Kasus ini mulai mencuat setelah adanya informasi mengenai seorang santriwati yang diduga hamil hingga melahirkan. Fakta tersebut memicu keberanian sejumlah mantan santriwati lainnya untuk mengungkap dugaan perlakuan yang mereka alami selama berada di padepokan tersebut.
Dikawal GRIB JAYA dan Yakuza Maneges
Pengungkapan kasus ini turut dikawal oleh kelompok Yakuza Maneges di bawah kepemimpinan Den Gus Thuba Kediri, yang bersinergi bersama organisasi masyarakat GRIB JAYA DPC Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Ketua DPD GRIB JAYA Jawa Tengah, Isro’i SH, menegaskan pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan menginstruksikan jajarannya untuk mengawal hingga tuntas.
Baca Juga: Terekam CCTV! Pencuri Tas Jamaah Masjid di Kudus Dibekuk, Uang Rp 5 Juta Raib
“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengawal kasus ini sampai selesai dan memastikan para korban mendapatkan pendampingan,” tegasnya.
Desakan Transparansi Menguat
Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat karena sosok terduga pelaku dikenal sebagai tokoh spiritual. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran adanya korban lain yang belum berani melapor.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru kasus tersebut, termasuk jumlah pasti korban yang sebenarnya.
Jurnalis Metro8.news telah berupaya menghubungi Humas Polres Pekalongan, Iptu Purno Utomo, melalui pesan WhatsApp guna meminta konfirmasi, namun hingga kini belum mendapatkan respons.
Minimnya keterangan resmi ini memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Publik mendesak aparat penegak hukum untuk segera membuka fakta secara transparan serta memastikan penanganan kasus berjalan profesional dan berpihak kepada para korban.
Baca Juga: Innalillahi.. Mahasiswi Asal Jepara Tewas Terlindas Tronton di Pantura Demak Usai Terpeleset
Harapan untuk Korban
Masyarakat berharap para korban mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan psikologis yang memadai. Selain itu, aparat diminta proaktif menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang hingga kini masih memilih diam.
M8/AR

















