Jakarta, Metro8.News – Manuver Presiden ke-7 RI yang berencana keliling Indonesia kembali memantik respons keras dari (PDIP).
Ketua DPP PDIP, , secara terbuka mempersilakan Jokowi turun langsung ke daerah. Namun, ia memberi catatan tegas yang langsung menyita perhatian publik: soal ijazah.
“Silakan saja beliau keliling ke mana pun, bebas. Tapi ya harus bisa menjelaskan dan menunjukkan ijazahnya, supaya masyarakat benar-benar yakin bahwa itu asli,” kata Djarot saat ditemui di sela agenda pembekalan dan bimtek DPRD Fraksi PDIP di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: Innalillahi… Tragis di Nalumsari Jepara, Vario 150 Dihantam Tabrak Lari Saat Subuh, 1 Tewas
Pernyataan ini sontak menjadi sorotan, mengingat isu ijazah Jokowi kembali mencuat di tengah dinamika politik nasional menjelang kontestasi berikutnya.
PDIP: Turun ke Daerah Justru Bikin Solid
Alih-alih merasa terancam, Djarot justru menilai langkah Jokowi keliling daerah tidak akan melemahkan partainya. Sebaliknya, ia menyebut hal itu bisa menjadi pemicu soliditas kader di akar rumput.
“Justru dengan beliau turun ke wilayah-wilayah, partai kita semakin solid. Baik secara internal maupun dalam kerja-kerja ke masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan PDIP tetap percaya diri dengan kekuatan basis massanya, meski Jokowi disebut akan aktif menyapa publik secara langsung.
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Pelaku Pencurian 6 Laptop SD Negeri 2 Mulyoharjo
Jokowi Siap Turun Gunung
Sebelumnya, Jokowi memastikan dirinya dalam kondisi sehat dan siap memenuhi berbagai undangan dari masyarakat di sejumlah daerah.
“Banyak undangan dari daerah-daerah untuk hadir,” ujar Jokowi di kediamannya di Solo, beberapa hari lalu.
Tak hanya itu, agenda keliling tersebut juga akan dimanfaatkan untuk bertemu relawan serta kader (PSI).
Sejumlah wilayah yang disebut masuk agenda antara lain Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Jawa Barat.
Baca Juga: Tragedi Dini Hari di Mayong Jepara, Motor Mendadak Berbelok Dihantam Truk Engkel
Isu Lama, Dampak Baru
Munculnya kembali isu ijazah di tengah rencana safari politik Jokowi dinilai berpotensi memanaskan suhu politik nasional. Di satu sisi, publik menanti langkah konkret Jokowi. Di sisi lain, tekanan dari elite politik seperti PDIP bisa memperbesar perhatian terhadap isu tersebut.
Apakah Jokowi akan menjawab tantangan ini secara terbuka? Atau justru memilih fokus pada agenda lapangan?
Yang jelas, dinamika ini dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan.
M8/KMP

















