Jepara, Metro8.News – Misteri penemuan mayat bersimbah darah di area persawahan rumput gajah, Kabupaten Jepara, akhirnya mulai menemukan titik terang.
Kasus yang sempat menggegerkan warga ini kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian mengungkap hasil penyelidikan ilmiah, termasuk autopsi forensik dan analisis psikologis korban.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Jepara, Rabu (3/6/2026), Wakapolres Jepara Kompol Faris Budiman didampingi Kasat Reskrim AKP M Faizal Wildan memaparkan perkembangan terbaru terkait kematian pemuda berinisial ARS.
Baca Juga: Kasus MBG Memanas! Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Ditahan Kejagung
Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu subuh, 30 November 2025. Saat itu, saksi berinisial N yang terbangun untuk menunaikan salat Subuh mendapati korban sudah tidak berada di tempat tidur. Kepanikan pun terjadi, hingga warga sekitar turut melakukan pencarian.
Tak berselang lama, tubuh ARS ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area persawahan rumput gajah, Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara. Korban tergeletak tak bernyawa dengan sejumlah luka serius di tubuhnya.
Baca Juga: Masalah Limbah Disorot! BGN Setop 9 Dapur MBG di Jepara, Ribuan Siswa Terdampak
Hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter ahli forensik mengungkap fakta mengejutkan. Korban yang diperkirakan berusia 21 hingga 25 tahun itu meninggal akibat luka fatal di bagian leher.
“Luka pada leher memutus pembuluh nadi kiri dan tenggorokan, menyebabkan perdarahan hebat disertai tanda mati lemas,” ungkap tim forensik dalam laporannya.
Tak hanya itu, ditemukan pula luka iris di bagian dada serta lengan kiri korban yang mengindikasikan adanya kekerasan menggunakan senjata tajam.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Motor Jepara Tembus Rp128 Miliar, 173 Ribu Kendaraan Belum Bayar!
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk handphone milik korban serta dua bilah pisau. Salah satunya berukuran 30 cm dengan gagang paralon, sementara lainnya sepanjang 25 cm dengan gagang plastik hitam.
Lebih lanjut, penyidik juga melakukan autopsi psikologis serta penelusuran digital dari perangkat milik korban. Hasil analisis tersebut telah diserahkan sebagai bagian dari Scientific Crime Investigation untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa seluruh hasil pemeriksaan, baik medis maupun psikologis, telah disampaikan kepada keluarga korban.
Baca Juga: Status IG Berujung Brutal! Pelajar Jepara Diduga Dihajar 20 Orang, Kasus Masuk Polisi
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut dan membuka peluang adanya informasi tambahan dari masyarakat.
Polisi mengimbau siapa pun yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor agar dapat membantu proses penyelidikan dan memperkuat alat bukti.
Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan tragis dan penuh luka, menimbulkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan yang terencana.
M8/UCP

















