Banda Aceh, Metro8.News – Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Kegiatan yang awalnya berlangsung khidmat dengan zikir akbar dan doa tolak bala berubah menjadi bentrokan setelah bendera bulan bintang dikibarkan di tengah massa.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Massa dari berbagai daerah berdatangan sejak dini hari untuk mengikuti peringatan tersebut.
Pada awalnya, suasana berlangsung tertib. Selain bendera Merah Putih, massa juga membawa bendera putih sebagai simbol desakan agar pemerintah mempercepat pemulihan Aceh setelah bencana ekologi.
Situasi mulai memanas sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah peserta mengeluarkan bendera bulan bintang yang dibawa dari luar dan mengibarkannya menggunakan tangan maupun bambu.
Panitia sempat meminta peserta tidak mengibarkan bendera tersebut. Namun, imbauan itu tidak sepenuhnya dipatuhi.
Sejumlah orang bahkan terlihat menaiki bagian tengah gapura dan area payung Masjid Raya Baiturrahman untuk mengibarkan bendera bulan bintang.
Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Acheh Has Every Right to be Independent” serta meneriakkan kata “merdeka”.
Selain bendera bulan bintang, terlihat pula bendera putih dan bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikibarkan di tengah kerumunan.
TNI Berupaya Menurunkan Bendera
Ketegangan meningkat ketika sejumlah prajurit TNI berupaya menghentikan pengibaran bendera bulan bintang.
Upaya tersebut mendapat perlawanan dari sebagian massa. Situasi semakin tegang hingga sekitar pukul 11.15 WIB.
Suara tembakan kemudian terdengar setelah bendera Merah Putih diturunkan dan massa berhasil memasang bendera bulan bintang.
Massa langsung berhamburan. Sebagian peserta kemudian mengejar personel TNI hingga keluar dari kompleks Masjid Raya Baiturrahman.
Pengejaran dilaporkan berlanjut hingga kawasan depan Gedung DPRK Banda Aceh dan Simpang Kodim.
Dalam kericuhan tersebut, sejumlah aparat dilempari batu dan benda lainnya. Situasi baru mulai mereda setelah personel TNI menjauh dari kejaran massa.
Sejumlah selongsong peluru juga ditemukan di sekitar lokasi. Aparat disebut melepaskan tembakan peringatan untuk mengendalikan situasi.
Kendaraan Rusak, Motor TNI Dibakar
Kericuhan turut menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.
Sebuah Mitsubishi Pajero Sport dan satu sepeda motor warga menjadi sasaran massa. Kaca mobil pecah dan beberapa bagian kendaraan mengalami kerusakan.
Sementara itu, satu sepeda motor milik aparat TNI yang berada di kawasan masjid dilaporkan dibakar.
Seorang peserta aksi juga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Warga bernama Adi yang berada di lokasi mengatakan mobil Pajero Sport tersebut milik warga asal Aceh Barat Daya (Abdya) yang datang bersama keluarganya untuk mengikuti zikir dan doa tolak bala.
Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi di Labuan Bajo hingga 0,36 Meter, Hotel Rusak
Menurut Adi, pemilik kendaraan tidak mengetahui mobil tersebut menjadi sasaran massa karena kendaraan sedang terparkir ketika kericuhan pecah.
Massa Bergerak ke Pendopo Gubernur Aceh
Kericuhan kembali terjadi setelah salat zuhur. Massa kemudian bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh.
Di lokasi tersebut, massa dilaporkan membongkar pajangan berbentuk burung Garuda yang berada di halaman pendopo. Pajangan tersebut kemudian dirusak dan diseret oleh massa.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengimbau seluruh pihak menjaga situasi tetap aman dan kondusif dalam momentum peringatan Hari Damai Aceh ke-21.
Joko mengatakan polisi masih melakukan pendataan terkait perkembangan situasi, termasuk kemungkinan adanya massa maupun petugas yang mengalami luka.
“Kita harapkan di hari damai ini Aceh kondusif,” kata Joko.
Ia juga menyampaikan bahwa data mengenai massa yang diamankan maupun petugas yang terluka belum lengkap.
Momentum yang seharusnya menjadi pengingat berakhirnya konflik panjang di Aceh tersebut pun berubah menjadi perhatian publik setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat.
M8/INLHC

















