Jepara, Metro8.News – Dinamika politik tingkat desa di Sekuro, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, mulai menunjukkan eskalasi signifikan meski Pemilihan Petinggi baru akan digelar pada 2027 mendatang. Sejumlah figur potensial kini mulai mencuat ke permukaan dan masuk dalam radar pemantauan.
Ketua Persatuan Wartawan Online (PWO) Kabupaten Jepara, Ali Achwan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya empat tokoh yang berpotensi meramaikan kontestasi tersebut.
“Berdasarkan informasi dari berbagai sumber di lapangan, saat ini ada empat nama yang sudah masuk radar pantauan kami,” ujar Ali, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Skandal Proyek Sekolah Rakyat Jepara: Mandor Diduga Tipu Catering Rp13 Juta
Keempat figur yang dimaksud dinilai memiliki basis sosial dan pengaruh kuat di masyarakat Desa Sekuro. Mereka adalah:
Gunawan, S.Pd., M.Pd. – Tenaga pendidik di salah satu SMK di Jepara, Ketua Takmir Masjid Roudlotul Falah Sekuro, sekaligus tokoh masyarakat dan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) setempat.
Harmanto, S.Pd., M.Pd. – Guru senior sekaligus pengawas di Dinas Pendidikan Jepara, aktif di kepengurusan NU ranting Sekuro dan dikenal luas sebagai tokoh masyarakat.
Ahmad Dhofir, S.Pd. – Tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar, dengan pengaruh kuat di kalangan warga Sekuro.
Kiai Badrudin – Tokoh muda NU ranting Sekuro, pengurus Masjid Roudlotul Falah, serta putra almarhum KH M. Alwi.
Menurut Ali, keempat nama tersebut diproyeksikan akan menjadi warna utama dalam bursa pencalonan petinggi Desa Sekuro periode mendatang.
“Ini masih fase awal. Dinamika bisa berkembang, dan tidak menutup kemungkinan akan muncul nama-nama baru,” tegasnya.
Baca Juga: Harkitnas 2026: Nur Said Soroti Kebangkitan Kesadaran Hukum, Warga Diminta Tak Takut Cari Keadilan
Menariknya, kontestasi ini belum sepenuhnya mengakomodasi faktor petahana. Kepala desa yang saat ini masih menjabat dinilai tetap memiliki kekuatan elektoral signifikan dan berpeluang besar kembali maju.
Situasi ini membuat peta politik Sekuro semakin dinamis dan terbuka. Pertarungan tidak hanya soal popularitas, tetapi juga jaringan sosial, rekam jejak, serta kemampuan membangun kepercayaan publik.
Redaksi metro8.news menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan analisis mendalam terhadap perkembangan politik di Desa Sekuro. Publik pun diminta mencermati setiap pergerakan yang muncul, karena arah dukungan bisa berubah sewaktu-waktu.
Satu hal yang pasti: suhu politik Sekuro sudah mulai terasa panas… dan ini baru permulaan.
M8/UCP

















