Jepara, Metro8.News – Semangat gotong royong yang menjadi warisan luhur bangsa kembali mendapat panggung dalam Penilaian Lomba Desa dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2026 di Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Karimunjawa tersebut dihadiri Tim Penilai Kabupaten Jepara yang dipimpin Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali, S.Kep., Ns., M.M.Kes., mewakili Bupati Jepara. Turut hadir Pelaksana Harian (Plh.) Camat Karimunjawa Muslikhan, S.PKP., Forkopimcam, Kepala Desa Karimunjawa, BPD, LPM, TP PKK Kecamatan dan Desa, serta berbagai unsur masyarakat.
Baca Juga: Innalillahi, Laka Maut di Jalur Jepara–Kudus Tewaskan Pelajar 15 Tahun
Acara dibuka oleh Plh. Camat Karimunjawa Muslikhan dengan pantun yang menggambarkan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat kepulauan.
“Mentari pagi menyapa dermaga,
Ombak berbisik di pesisir pulau;
Gotong royong warisan bangsa,
Menyatukan hati membangun negeri yang maju.”
Dalam sambutannya, Muslikhan menegaskan bahwa Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk membangkitkan dan melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang telah menjadi identitas masyarakat Indonesia.
“Gotong royong adalah akar budaya dan warisan leluhur yang harus terus dijaga. Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan seluruh elemen masyarakat Karimunjawa yang selama ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam pembangunan, kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Baca Juga: BREAKING: Kebakaran Brak Mebel di Jepara, Bangunan 10×10 Meter Ludes, Kerugian Rp500 Juta
Menurut Muslikhan, budaya gotong royong di Karimunjawa masih tumbuh kuat dan menjadi modal sosial utama dalam mendukung pembangunan desa serta menjaga keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi andalan daerah.
Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas umum, mendukung usaha mikro dan pariwisata, hingga memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinsospermasdes Kabupaten Jepara Muh Ali menyampaikan bahwa Karimunjawa memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Jepara yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Karena itu, menurutnya, kebersihan lingkungan dan budaya gotong royong harus terus dipelihara sebagai kekuatan utama dalam mendukung kenyamanan wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Alun-alun, jalan protokol, kawasan wisata, dan lingkungan masyarakat harus selalu terjaga kebersihannya. Karimunjawa adalah wajah pariwisata Jepara yang harus kita rawat bersama,” tegas Muh Ali.
Baca Juga: Tragis! Petani 60 Tahun di Pati Tewas Saat Bakar Lahan Tebu, Begini Kronologinya
Dalam penilaian BBGRM Tahun 2026, tim penilai melakukan evaluasi terhadap empat aspek utama, yakni bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi, bidang lingkungan, serta bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan.
Keempat aspek tersebut menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis kebersamaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai gotong royong.
Melalui Penilaian Lomba Desa dan BBGRM Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap semangat kebersamaan yang telah tumbuh di Karimunjawa dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.
Dengan budaya gotong royong yang tetap hidup, Karimunjawa tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang indah, tetapi juga sebagai contoh desa yang mampu membangun kemajuan melalui kekuatan persatuan, kepedulian sosial, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
M8/PETRUS

















