Jepara, Metro8.News – Menjelang Hari Raya Iduladha, geliat pasar hewan kurban di Kabupaten Jepara menunjukkan lonjakan signifikan. Di sentra peternakan yang dikenal sebagai “Hotel Kerbau” di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan, penjualan kerbau justru melonjak di tengah kondisi ekonomi yang disebut masih lesu.
Pantauan di lokasi, puluhan kandang tradisional berbilik anyaman bambu tampak penuh. Aktivitas transaksi berlangsung ramai, dengan harga kerbau kini menyentuh angka Rp33 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas hewan.
Salah satu peternak, Ghufron (46), mengungkapkan bahwa tren penjualan tahun ini lebih menggembirakan dibanding tahun sebelumnya. Ia mengaku sempat pesimistis karena banyak petani di wilayahnya mengalami gagal panen.
Baca Juga: TMMD Jepara Tuntas! Jalan 556 Meter di Desa Gelang Rampung, Akses Warga Kini Lebih Lancar
“Awalnya saya kira bakal sepi. Tapi ternyata malah ramai. Tahun ini saya sudah jual sekitar 45 ekor, naik dari tahun lalu yang sekitar 40-an,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Kandang Berkurang, Permintaan Justru Naik
Kawasan “Hotel Kerbau” sendiri sudah eksis puluhan tahun sebagai pusat peternakan warga. Namun jumlah kandang kini menyusut dari sekitar 60 menjadi hanya 36 unit.
Pengurangan tersebut terjadi setelah sebagian kandang yang berada di bantaran Sungai SWD II digusur akibat proyek normalisasi sungai pada 2023 lalu.
Meski demikian, berkurangnya kapasitas kandang tak menyurutkan minat masyarakat untuk berkurban menggunakan kerbau.
Baca Juga: Persijap Jepara Siap Gagalkan Pesta Juara Persib! Laga Pamungkas Dipastikan Panas
Sistem Titip Jadi Tradisi
Menariknya, sistem jual beli di kawasan ini masih mempertahankan tradisi lama. Kerbau yang sudah dibeli tidak langsung dibawa pulang, melainkan tetap dititipkan di kandang peternak hingga mendekati hari penyembelihan.
Harga kerbau bervariasi, mulai dari Rp18 juta hingga Rp33 juta per ekor. Selama masa penitipan, pembeli tidak dikenakan biaya tambahan.
“Kalau biaya khusus tidak ada. Paling pembeli kadang kasih uang rokok Rp100 ribu sampai Rp200 ribu secara sukarela,” kata Ghufron.
Baca Juga: Jepara Darurat Rokok Ilegal! Operasi Gabungan Sita 210 Bungkus, Modus Makin Licin
Tren Positif Kurban di Jepara
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Mundhofir, membenarkan adanya peningkatan tren pembelian hewan kurban tahun ini.
Menurutnya, hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam beribadah, sekaligus menjaga keseimbangan populasi ternak.
“Minat berkurban tahun ini memang meningkat. Ini jadi sinyal positif, baik dari sisi religius maupun ketahanan pangan,” jelasnya.
Jadi Barometer Ekonomi Rakyat
Lonjakan penjualan kerbau di Jepara ini juga menjadi indikator menarik. Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat masih menunjukkan daya beli untuk kebutuhan ibadah.
Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa sektor peternakan lokal tetap memiliki peran penting sebagai penopang ekonomi rakyat, khususnya menjelang momen besar seperti Iduladha.
M8/INDRN

















