Jepara, Metro8.News – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Drs. H. Junarso menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara yang terus menggencarkan program pengelolaan sampah dengan melibatkan masyarakat dan sektor swasta.
Menurut Junarso, penanganan sampah tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Junarso saat berbincang dengan jurnalis Metro8.news, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga: DLH Jepara Gencarkan Gerakan Pilah Sampah, Rini Patmini Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Cuan
“Saya sangat mendukung langkah DLH yang melibatkan masyarakat dan swasta secara maksimal dalam penanganan sampah,” kata Junarso.
Selain menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Junarso juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jepara.
Ia menilai program yang saat ini dijalankan DLH Jepara merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. Edukasi mengenai pemilahan sampah, pembentukan bank sampah, hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dinilai mampu memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Kalau masyarakat ikut bergerak, ditambah dukungan dunia usaha dan pemerintah, saya optimistis persoalan sampah di Jepara bisa ditangani lebih baik,” ujarnya.
Junarso juga mengapresiasi komitmen DLH Jepara yang terus menggandeng berbagai pihak untuk membangun budaya peduli lingkungan. Ia berharap program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan hingga tingkat desa, RT, RW, sekolah, dan komunitas.
Menurutnya, dunia usaha memiliki peran penting melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah masing-masing.
Dengan kolaborasi tersebut, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) diharapkan terus berkurang, sementara sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan melalui bank sampah maupun kegiatan daur ulang.
Junarso berharap semangat kolaborasi yang dibangun DLH Jepara mampu mempercepat terwujudnya Jepara yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
“Penanganan sampah harus menjadi gerakan bersama. Ketika pemerintah, masyarakat, dan swasta berjalan bersama, saya yakin Jepara akan semakin bersih dan kualitas lingkungan hidup masyarakat juga semakin baik,” pungkasnya.
M8/UCP

















