Kudus, Metro8.News – Aktivitas olahraga pagi di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus berubah menjadi duka, Kamis (11/6/2026). Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) asal Demak meninggal dunia usai tiba-tiba ambruk saat jogging bersama rekannya.
Korban diketahui bernama Rafa Raitama Hakim (15), siswa kelas IX MTs Qudsiyyah Kudus, warga Desa Tugu Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.20 WIB. Saat itu korban tengah berlari bersama dua temannya, ABP (15) dan SATR (16), mengelilingi kawasan alun-alun seperti aktivitas pagi pada umumnya.
Baca Juga: Drama Korupsi MBG Berlanjut, Kejagung Seret AYS yang Diduga Atur Mitra Siluman
Namun di tengah kegiatan, korban mendadak terjatuh di depan Ramayana Mall Kudus dan tidak sadarkan diri. Posisi korban telungkup dan tidak merespons saat dipanggil oleh rekan-rekannya.
Kapolsek Kudus AKP Subkhan menjelaskan, kedua teman korban sempat panik sebelum akhirnya meminta bantuan petugas di sekitar lokasi.
“Korban tiba-tiba ambruk saat berlari. Temannya langsung mencari pertolongan,” jelasnya.
Petugas kepolisian yang tengah berjaga langsung bergerak cepat. Bersama warga, korban dievakuasi menggunakan kendaraan dinas menuju RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk mendapatkan penanganan medis.
Sayangnya, setibanya di IGD sekitar pukul 06.40 WIB, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Tim medis menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia atau death on arrival (DOA).
Dokter jaga IGD, dr. M. Resa Perkasa, mengungkapkan hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Jepara Dijaga Ketat! URC Satreskrim Turun Malam, Cegah Begal hingga Tawuran
“Tidak ada luka maupun pendarahan dari hidung atau telinga. Korban diduga sudah meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Setelah proses administrasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Demak.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilakukan, termasuk olah TKP dan pemeriksaan saksi.
“Situasi aman dan kondusif, penanganan sudah sesuai prosedur,” pungkas AKP Subkhan.
M8/HMS

















