Jepara, Metro8.News – Suasana religius terasa di Masjid Darul Falah, RT 02 RW 15, Desa Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Rabu (12/8/2026). Para jamaah memadati masjid untuk mengikuti Pengajian Rebonan Jamaah Mu’allimin se-Kecamatan Bangsri dan Kembang.
Kegiatan tersebut merupakan pengajian rutin yang digelar setiap hari Rabu secara bergiliran dari masjid ke masjid. Selain menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama, pengajian Rebonan juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarkiai, ustaz dan jamaah dari berbagai wilayah.
Pada kesempatan kali ini, Masjid Darul Falah mendapat giliran menjadi tuan rumah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi keluarga besar masjid untuk kembali menyambut para jamaah yang datang mengikuti pengajian.
Ketua panitia Masjid Darul Falah yang diwakili H. Taksin dan H. Sumarno menyambut baik kembali digelarnya Pengajian Rebonan di masjid tersebut.
Keduanya mengungkapkan rasa syukur karena Masjid Darul Falah telah dipercaya menjadi tempat pelaksanaan pengajian Rebonan hingga empat kali.

Bagi pengurus masjid, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin mingguan. Kehadiran jamaah dari berbagai wilayah dinilai membawa suasana positif sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan.
“Kami tentu merasa senang dan bersyukur Masjid Darul Falah kembali dipercaya menjadi tempat pengajian Rebonan. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi jamaah serta masyarakat,” demikian semangat yang disampaikan pihak panitia dalam menyambut kegiatan tersebut.
Disambut Hangat Tuan Rumah
Rangkaian acara dipandu oleh H. Kartono sebagai pembawa acara. Dengan sigap, seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara tertib sehingga pengajian berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan.
Sementara itu, perwakilan tuan rumah, Kiai Haji Arif Maksum, menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah Mu’allimin yang hadir di Masjid Darul Falah.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir.
Menurutnya, kedatangan para jamaah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar Masjid Darul Falah. Pertemuan rutin tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarsesama jamaah, tetapi juga menjadi jalan untuk bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Pengajian Rebonan juga dinilai memiliki nilai penting karena menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dari masjid, silaturahmi terbangun. Dari majelis ilmu, pengetahuan agama terus ditanamkan. Dan dari pertemuan rutin itu pula, semangat kebersamaan masyarakat tetap terjaga.
KH Saiful Hadi Sampaikan Tausyiah
Memasuki acara inti, jamaah kemudian mendapatkan tausyiah dari Ustaz KH Saiful Hadi.
Dalam penyampaiannya, KH Saiful Hadi mengajak jamaah untuk tidak menjadikan pengajian hanya sebagai rutinitas menghadiri majelis, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.
Ilmu yang diperoleh dari majelis, menurutnya, akan menjadi lebih bermakna apabila diwujudkan dalam perilaku, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama manusia.
Jamaah juga diajak menjaga keistiqamahan dalam beribadah, memperkuat silaturahmi, menjaga lisan serta memperbanyak amal kebaikan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah. Menurut semangat tausyiah yang disampaikan, keberadaan majelis pengajian diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus tempat masyarakat mendapatkan pengingat dalam menjalani kehidupan.

KH Kholik Salim Perkuat Pesan Keagamaan
Tausyiah kemudian dilanjutkan oleh KH Kholik Salim.
Ia turut memberikan penguatan kepada jamaah mengenai pentingnya menjaga kebersamaan dan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Majelis seperti Pengajian Rebonan dinilai bukan hanya menjadi tempat mendengarkan ceramah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan umat dalam suasana penuh persaudaraan.
Jamaah yang datang dari berbagai wilayah dapat bertemu, saling menyapa dan mempererat hubungan. Dari sinilah tradisi keagamaan yang sudah berjalan secara rutin dapat terus dipertahankan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Kepergok Saat Kabur, Emak-Emak Diduga Komplotan Pencuri Minimarket di Jepara Dibekuk Polisi
Ditutup Gus Ayik
Rangkaian Pengajian Rebonan di Masjid Darul Falah kemudian ditutup oleh Ustaz Gus Ayik.
Penutupan berlangsung dalam suasana khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian akhir acara dengan penuh perhatian sebelum kemudian mengakhiri pertemuan dan kembali ke wilayah masing-masing.
Pengajian Rebonan yang digelar setiap Rabu tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan silaturahmi masyarakat.
Bagi Jamaah Mu’allimin se-Kecamatan Bangsri dan Kembang, tradisi tersebut diharapkan terus terjaga. Pergiliran lokasi pengajian dari satu masjid ke masjid lainnya membuat hubungan antarmasyarakat semakin dekat sekaligus menjaga semangat untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu agama.
Dari Masjid Darul Falah Bangsri, semangat mengaji, bersilaturahmi dan menjaga persaudaraan kembali dipertemukan dalam Pengajian Rebonan. Sebuah tradisi sederhana yang terus hidup, namun memiliki makna besar bagi kebersamaan umat.
M8/UCP

















