Jepara, Metro8.News – Tambahan modal ternyata bukan sekadar angka di rekening. Bagi Bety, pelaku UMKM Baju Branded Murah di Kelurahan Jobokuto, Jepara, suntikan modal justru menjadi pengungkit yang membuat omzet usahanya meningkat hingga 70 persen.
Bety mulai memanfaatkan pembiayaan dari Bank Jateng untuk mengembangkan usaha Baju Branded Murah sejak 2022. Sebelumnya, ia juga telah menggunakan layanan pembiayaan Bank Jateng untuk usaha lain sejak 2018.
Dampaknya mulai terasa. Modal tambahan membuat Bety lebih leluasa memperbanyak stok sekaligus menghadirkan pilihan produk dengan kualitas dan variasi yang lebih beragam.
“Kalau peningkatan jelas ada. Bisa sampai 50-70 persen,” ujar Bety saat mengikuti Gebyar Fest 81 Bank Jateng Cabang Jepara, Rabu (12/8/2026).
Usaha yang dijalankan dari rumah tersebut tidak hanya mengandalkan penjualan secara langsung. Bety juga aktif mengikuti bazar dan berbagai pameran untuk memperluas pemasaran.
Modal Bertambah, Stok Produk Ikut Digenjot
Menurut Bety, salah satu tantangan pelaku usaha adalah menjaga ketersediaan barang yang diminati konsumen. Dengan tambahan modal, ruang geraknya menjadi lebih luas.
Ia dapat menambah stok sekaligus menyediakan lebih banyak pilihan produk kepada pelanggan.
Kondisi itu membuat usahanya tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang lebih cepat.
Baca Juga: Geger! 2.262 Batang Rokok Ilegal Digerebek di Jepara, Toko dan Warung Jadi Sasaran Operasi Gabungan
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan masih menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM, terutama bagi pelaku usaha yang sudah memiliki pasar tetapi membutuhkan tambahan modal untuk memperbesar skala bisnis.
Bank Jateng Dorong UMKM Naik Kelas
Pemimpin Bank Jateng Cabang Jepara Nanang Wahyudi mengatakan pihaknya menyediakan sejumlah produk pembiayaan bagi pelaku UMKM, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga: Bukan Sekadar Upacara, Ketua DPRD Jepara Ungkap Makna Besar di Balik Tugas Paskibraka ke-81
Menurutnya, kegiatan Gebyar Fest 81 juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat.
Transaksi dalam bazar tersebut turut difasilitasi menggunakan QRIS Bank Jateng.
Kegiatan yang berlangsung pada 12-16 Agustus 2026 itu juga diisi literasi dan edukasi perbankan bagi 20 pelaku UMKM.
Tak hanya soal transaksi, rangkaian Gebyar Fest 81 juga dikemas dengan berbagai kegiatan sosial dan hiburan. Di antaranya santunan anak yatim, cek kesehatan gratis, senam sehat, test drive kendaraan, lomba 17-an, hingga pentas seni.
Baca Juga: Eks-JI Dibina, Bukan Dibiarkan! BNPT–Densus 88 Bongkar Strategi Baru di Ponpes Al Muttaqin Jepara
Ada pula program Jumat Berkah dengan pembagian makanan kepada penyapu jalan dan pemungut sampah, doa dan siraman rohani, tebus murah sembako, serta pembagian hadiah atau doorprize.
Bupati Jepara Ingin UMKM Kecamatan Ikut Dilibatkan
Bupati Jepara Witiarso Utomo mendorong agar kegiatan serupa tidak hanya berpusat di satu lokasi.
Ia mengusulkan pelaksanaan Gebyar Fest berikutnya dapat melibatkan pelaku UMKM dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Jepara.
Menurutnya, semakin luas keterlibatan wilayah, semakin besar pula kesempatan UMKM memperoleh ruang promosi.
“Pelibatan kecamatan dapat memperluas ruang promosi bagi UMKM,” kata Witiarso.
Bupati yang akrab disapa Mas Wiwit itu menilai pembangunan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
“Jadi nanti kita berkolaborasi untuk bisa memeriahkan dan memang benar-benar kita butuh kolaborasi,” ujarnya.
Baca Juga: BBM Bioetanol Sudah Dijual di SPBU! Harganya Rp16.600 per Liter, Cek Jenisnya
Bank Jateng Diminta Perbesar Manfaat untuk Masyarakat Jepara
Witiarso juga menyinggung posisi Pemkab Jepara sebagai salah satu pemegang saham Bank Jateng.
Ia berharap keberadaan Bank Jateng di Jepara tidak hanya memberikan manfaat dari sisi layanan perbankan, tetapi juga semakin terasa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Pada 2026, Bank Jateng disebut memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dengan nilai sekitar Rp1 miliar.
Bantuan tersebut antara lain diarahkan untuk pembangunan sarana air bersih, jembatan, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Witiarso berharap kontribusi tersebut terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan jumlah nasabah Bank Jateng di Jepara.
Bagi pelaku UMKM seperti Bety, dukungan pembiayaan dan ruang promosi menjadi kombinasi penting. Sebab, ketika modal bertambah, stok bisa diperbesar; ketika akses pasar meluas, peluang omzet ikut terbuka.
Cerita Bety menjadi gambaran bahwa tambahan modal yang dikelola untuk memperkuat stok dan variasi produk dapat memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha kecil di Jepara.
M8/DSKMF

















