Jakarta, Metro8.News – Gelombang protes mahasiswa kembali menguat. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa lintas kampus bakal menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Aksi ini tidak sekadar unjuk rasa biasa. Mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang dinilai mewakili keresahan masyarakat luas di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa.
Baca Juga: Innalillahi.. Niat Bakar Daun Tebu Berujung Maut, Warga Nalumsari Jepara Tewas Mengenaskan di Sawah
Lima tuntutan tersebut meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan proyek Koperasi Desa Merah Putih, penolakan militerisme di ranah sipil, serta desakan agar Presiden mengakui kesalahan kebijakan pemerintah.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyebut kondisi ekonomi saat ini semakin menekan rakyat. Ia menyoroti kenaikan harga bahan pokok hingga sempitnya lapangan pekerjaan.
“Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat semakin terhimpit pajak. Sementara pemerintah justru sibuk membangun citra,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Baca Juga: Akhirnya Diperbaiki! Jalan Jepara–Keling Dicor Beton, Proyek Rp37,1 M Dimulai Juli
Menurutnya, kebijakan pemerintah dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil dan justru menguntungkan kelompok tertentu. Kritik keras pun dilontarkan terhadap arah kepemimpinan nasional yang dianggap semakin jauh dari harapan masyarakat.
Tak hanya dari internal UI, aksi ini juga akan diikuti berbagai organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat. Di antaranya BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, hingga sejumlah organisasi gerakan seperti FMN dan kelompok aktivis kampus lainnya.
Massa aksi diperkirakan terus bertambah seiring konsolidasi yang masih berlangsung hingga menjelang hari pelaksanaan. BEM UI juga membuka ruang bagi masyarakat umum untuk turut bergabung menyuarakan aspirasi.
“Ini bukan hanya soal mahasiswa. Ini soal rakyat Indonesia. Semua yang merasa kondisi negara tidak baik-baik saja, kami ajak untuk turun bersama,” lanjut Yatalathof.
Aksi di Bundaran HI diprediksi akan menjadi sorotan nasional, mengingat isu yang diangkat menyangkut kebijakan strategis pemerintah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Jika tuntutan ini tidak mendapat respons, bukan tidak mungkin gelombang aksi serupa akan meluas ke berbagai daerah dalam waktu dekat.
M8/KMP

















