Jepara, Metro8.News – Komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) satuan pengamanan (Satpam) yang profesional kembali ditegaskan Polda Jawa Tengah melalui pelaksanaan Upacara Penutupan Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama Tahun 2026 yang digelar di Gedung Haji Jepara, Jalan M.T. Haryono, Kauman, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jumat (24/7/2026).
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Garda Total Security Kabupaten Jepara itu menjadi momentum penting bagi para peserta setelah menyelesaikan pendidikan dasar sebagai calon anggota Satpam profesional yang siap bertugas di berbagai sektor strategis.
Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Kasubdit Satpam/Polsus Ditbinmas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Siti Rondhijah, S.Si., M.Kes. selaku inspektur upacara. Prosesi berlangsung khidmat dengan rangkaian penghormatan kepada inspektur upacara, laporan komandan upacara, pelepasan tanda peserta pelatihan, hingga penyematan Pin Gada Pratama sebagai simbol kelulusan.
Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis Metro8.news, Kombes Pol Siti Rondhijah, S.Si., M.Kes. menegaskan bahwa keberadaan Satpam saat ini memiliki peran yang semakin strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, perkembangan dunia usaha, industri, perbankan hingga objek vital membuat kebutuhan tenaga pengamanan profesional terus meningkat.
“Satpam merupakan mitra Polri. Saat ini banyak lokasi yang memiliki potensi gangguan keamanan cukup tinggi, namun tidak seluruhnya dapat dijangkau oleh polisi. Karena itu satpam harus dibentuk dan dilatih agar mampu membantu menjaga keamanan di lingkungan kerjanya,” tegas Kombes Pol Siti.
Ia menambahkan, kualitas lulusan Pelatihan Gada Pratama tidak dibangun secara instan. Polda Jawa Tengah memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai standar dengan melibatkan instruktur yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi.
“Instrukturnya harus berkualifikasi dan memiliki sertifikasi. BUJP penyelenggara juga harus terdaftar secara resmi. Kami melakukan asistensi dan supervisi secara berkala agar pelatihan benar-benar menghasilkan satpam yang profesional dan berkualitas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kombes Pol Siti, mengingatkan bahwa setelah dinyatakan lulus, para Satpam tetap berada dalam pembinaan Polda Jawa Tengah bersama BUJP agar profesionalisme dan integritas mereka terus terjaga.
“Laksanakan tugas secara profesional sesuai SOP. Satpam tetap berada dalam pembinaan BUJP dan Polda Jawa Tengah. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat agar mereka benar-benar menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang PT Garda Total Security Jepara, Karbolah (Pak Karbo), mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis pengamanan, tetapi juga membentuk karakter, mental, disiplin dan dedikasi peserta sebelum diterjunkan ke dunia kerja.
Menurutnya, seorang Satpam dituntut mampu menjadi representasi keamanan perusahaan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Pelatihan ini bertujuan membentuk mental, sikap, dan dedikasi para peserta agar saat terjun ke lapangan mereka menjadi satpam yang profesional dan mampu menjalankan tugas pengamanan dengan baik di lingkungan perusahaan,” ujar Karbolah kepada Metro8.news.
Ia berharap seluruh lulusan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan sehingga mampu menjalankan fungsi Pengamanan Swakarsa (Pamswakarsa) secara optimal.
“Kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengamanan, baik bagi diri sendiri, perusahaan, maupun masyarakat. Dengan begitu, sistem keamanan dapat berjalan optimal sesuai prinsip Pamswakarsa,” ungkapnya.
Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama merupakan jenjang pendidikan dasar yang wajib ditempuh sebelum seseorang dapat menjalankan profesi sebagai anggota satuan pengamanan. Materi yang diberikan meliputi etika profesi, pengetahuan hukum, teknik pengamanan, kedisiplinan, pelayanan masyarakat hingga penanganan berbagai potensi gangguan keamanan.
Melalui pelatihan tersebut, Polda Jawa Tengah bersama BUJP PT Garda Total Security Jepara berharap lahir Satpam yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, serta mampu menjadi mitra strategis Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
M8/UCP

















