Jepara, Metro8.News – Duka masih menyelimuti keluarga Rizky Anfunizam Hardiantoro (10), bocah asal Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang meninggal dunia akibat tenggelam di sungai. Di tengah suasana berkabung, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara hadir memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus dukungan moril kepada keluarga korban.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda, kepada ayah korban, Nurul Huda, di rumah duka yang berada di RT 04 RW 03 Desa Dongos pada Jumat, 3 Juli 2026. Penyaluran bantuan turut didampingi Kepala Desa Dongos, Abdul Hamid, bersama jajaran perangkat desa.
Kedatangan rombongan BAZNAS disambut penuh haru oleh keluarga. Momen tersebut menjadi penguat bagi keluarga yang masih berusaha menerima kenyataan pahit kehilangan putra tercinta.
Di hadapan rombongan, Nurul Huda kembali menceritakan kronologi yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya. Menurutnya, peristiwa bermula pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 16.15 WIB, saat Rizky berpamitan untuk mandi di sungai.
“Anak saya pamit kepada keluarga untuk mandi ke sungai. Biasanya dia tidak sering bermain di sana, sehingga kami tidak menyangka akan terjadi musibah seperti ini,” tuturnya.
Waktu terus berjalan, namun hingga menjelang malam Rizky tidak kunjung pulang. Kekhawatiran keluarga semakin memuncak hingga akhirnya warga bersama-sama melakukan pencarian menyusuri aliran sungai.
Baca Juga: Usai Sidang Dokter Tifa, Muncul Pertanyaan Mengapa Jokowi Belum Diperiksa?
Setelah pencarian selama beberapa jam, harapan keluarga berubah menjadi duka. Sekitar pukul 19.30 WIB, Rizky ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Jembatan Ngetuk, tidak jauh dari lokasi awal ia mandi.
Kepergian bocah berusia 10 tahun itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga maupun warga Desa Dongos yang mengenalnya sebagai anak yang ceria dan mudah bergaul.
Di tengah suasana berkabung tersebut, BAZNAS Jepara hadir membawa bantuan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang sedang menghadapi musibah.
Baca Juga: Heboh! Tambang di Kawasan Hijau Mayong Jepara Ditutup, Pemkab Temukan Bukaan Lahan Baru
Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Rizky. Menurutnya, kehadiran BAZNAS bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tidak merasa berjuang sendirian.
“Kami atas nama keluarga besar BAZNAS Jepara menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kehadiran kami merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan untuk sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gus Huda itu berharap bantuan yang diberikan dapat membantu kebutuhan keluarga selama masa berkabung, sekaligus menjadi penyemangat agar tetap kuat menghadapi cobaan.
Ia juga mengajak keluarga untuk tetap bersabar dan mengikhlaskan kepergian sang buah hati.
“Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan dan menerima seluruh amal ibadah almarhum. Kami percaya setiap musibah pasti mengandung hikmah yang akan menguatkan keluarga,” katanya.
Nurul Huda menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan BAZNAS Jepara. Menurutnya, dukungan moril maupun bantuan kemanusiaan tersebut menjadi penghibur bagi keluarga yang masih berduka.
Musibah yang menimpa Rizky juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, embung, maupun saluran air, terutama pada musim kemarau ketika banyak anak memanfaatkan sungai sebagai tempat bermain dan mandi.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah desa, warga, relawan, hingga BAZNAS Jepara menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap hidup ketika musibah datang tanpa diduga.
M8/MNDS

















