Banyumas, Metro8.News – Kasus pembunuhan menggemparkan warga Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dua wanita ditemukan tewas mengenaskan di dalam sebuah rumah pada Jumat pagi (13/6/2026).
Korban diketahui berinisial K (80), seorang nenek pemilik rumah, serta AA (18), seorang gadis muda. Keduanya diduga kuat menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh orang terdekat sendiri.
Kapolsek Patikraja, AKP Eko Sutanto, mengungkapkan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 07.00 WIB terkait penemuan mayat di lokasi kejadian.
Baca Juga: Tragis! Linmas Jepara Dikeroyok Saat Amankan Hajatan, Diserang Gelas Kaca hingga Bersimbah Darah
“Korban AA ditemukan di sebuah kamar tidak terpakai, seperti gudang, dengan sejumlah luka di tubuh. Sementara korban K ditemukan di dalam sumur,” ujarnya kepada wartawan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, terutama saat mengangkat jasad korban dari dalam sumur yang memakan waktu hingga satu jam dan melibatkan tim Basarnas.
Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengungkap pelaku di balik pembunuhan tersebut. Seorang pria berinisial A (24) diamankan di wilayah Banjarnegara setelah sempat melarikan diri.
Baca Juga: Drama PHK ART Mess Korea di Jepara Usai, Yani Terima Semua Haknya
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi, menyebut pelaku langsung ditangkap setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh tim gabungan.
Fakta mengejutkan terungkap, pelaku ternyata merupakan cucu kandung dari korban K.
“Iya, pelaku adalah cucu korban,” tegas Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan.
Tak hanya itu, hubungan pelaku dengan korban lainnya juga mengundang perhatian. AA diketahui merupakan selingkuhan pelaku yang dibawa ke rumah sang nenek sebelum peristiwa tragis itu terjadi.
Baca Juga: Viral Dimedsos! Video Siswi Tak berbusana di Ngawi, Diduga Jadi Korban VCS, Kronologinya Terungkap
Menurut informasi sementara, pelaku diduga membunuh keduanya secara berurutan. Jasad AA disembunyikan di dalam gudang, sementara jasad sang nenek dibuang ke dalam sumur untuk menghilangkan jejak.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi keji tersebut, termasuk kemungkinan adanya konflik pribadi atau faktor lain yang memicu pelaku nekat menghabisi dua nyawa sekaligus.
Kasus ini sontak membuat warga sekitar geger dan tidak menyangka pelaku tega melakukan tindakan sekeji itu terhadap keluarganya sendiri.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Perkembangan kasus ini masih akan terus diungkap seiring pendalaman penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
M8/KMP

















